MENU
kanker payudara

Kanker Payudara

Kanker Usus Besar (Kolorektal)

kanker paru

March 22, 2016 Comments Off on Kanker Paru-Paru Views: 1268 Jenis Kanker

Kanker Paru-Paru

Sama seperti penyakit kanker lainnya, kanker paru ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada paru-paru. Sel ini biasanya terletak di saluran udara di organ paru-paru, dan pada tingkat lanjut akan menyebar (metastasis) ke organ lain.

Kanker pada paru-paru terbagi menjadi dua berdasarkan bentuk sel yang terlihat di bawah mikroskop, yaitu:

  • Kanker paru-paru sel kecil (SCLC). Lebih dari 80 persen kanker organ paru-paru di dunia merupakan tipe kanker pada paru-paru non-sel kecil.
  • Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC). Kanker pada paru-paru jenis ini juga terbagi tiga klasifikasi, yaitu adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar.

Statistik Kanker Paru-paru

Kanker ini adalah jenis yang paling banyak diderita, sekaligus paling banyak menyebabkan kematian di dunia. Mayoritas penderita kanker pada paru-paru didominasi oleh laki-laki. Berdasarkan data International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2012, di Indonesia terdapat 25.322 kasus kanker pada paru-paru yang menimpa pria, sedangkan pada wanita terdapat 9.374 kasus.

Gejala Kanker Paru-paru

Untuk kanker paru-paru, gejala yang akan dialami sangat sulit untuk dideteksi di awal. Biasanya gejala hanya akan ditemukan ketika kanker sudah mulai berkembang. Berikut gejalanya:

  • Suara berubah menjadi serak.
  • Wajah dan lengan membengkak.
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh, dan mengeluarkan darah.
  • Dada nyeri dan sesak.
  • Mudah lelah.
  • Sulit menelan sesuatu.
  • Ujung jari berubah menjadi cembung.
  • Berat badan turun drastis.
  • Nyeri pada tulang.
  • Sakit kepala.

Penyebab Kanker Paru-paru

Biang keladi utama dari kanker ini tidak lain adalah rokok. Sebab lebih dari 80 persen kasus penyakit kanker pada paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok penderitanya. Pada survey yang dilakukan peneliti Oxford University, sepanjang tahun 2000 ada 90 persen kematian pasien laki-laki akibat kanker pada paru-parunya di negara maju disebabkan oleh merokok, aktif maupun pasif.

Rokok mengandung lebih dari 50 zat pemicu kanker yang secara langsung dapat menyerang jaringan paru-paru. Dua zat yang terkenal adalah nikotin serta tar. Nikotin biasa digunakan dalam insektisida, sedangkan tar digunakan dalam pembuatan aspal jalanan. Zat-zat inilah yang menjadi penyumbang karsinogen (pemicu tumbuhnya sel kanker) terbesar.

Selain rokok, penyebab kanker ini yang lainnya berasal dari polusi udara, gas radon, atau terpaan zat karsinogenik seperti asbes, nikel, batu bara, silika, dan arsenik. Riwayat keluarga pun bisa menjadi faktor pemicu kanker organ paru-paru.

Bagaimana Mendiagnosis Kanker Paru-paru

Jika seorang pasien dicurigai menderita kanker pada paru-paru, maka dokter dapat menyarankan beberapa langkah diagnosis seperti:

  • Tes pencitraan. Pasien akan diminta untuk menjalani pencitraan paru-parunya dengan sinar-X untuk melihat adanya jaringan tidak normal. Pencitraan dengan CT scan juga dapat memperlihatkan adanya lesi kecil pada paru-paru yang tidak terdeteksi oleh sinar-X.
  • Pemeriksaan sputum (dahak). Dokter akan mengambil sampel sputum (dahak) pasien, untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Biopsi. Dokter juga dapat mengambil sampel sel-sel abnormal, untuk diteliti di laboratorium.

Untuk menentukan tingkat keparahan kanker pada organ paru-paru pasien, dokter memerlukan beberapa pemeriksaan tambahan seperti tes pencitraan dengan CT scan, MRI, PET scan, atau scan tulang. Tingkat keparahan kanker dibedakan lima dimulai dari stadium 0, dimana kanker hanya berada di paru-paru. Sedangkan tingkat yang terparah adalah stadium 4, dimana kanker dianggap ganas dan telah menyebar ke organ lain.

Begini Cara Mengobati Kanker Paru-paru

Langkah pengobatan setiap penderita kanker paru-paru berbeda-beda, tergantung dari beberapa faktor seperti:

  • Kondisi kesehatan pasien.
  • Jenis dan tingkat keparahan kanker.
  • Preferensi pasien.

Beberapa langkah pengobatan yang dapat ditempuh penderita kanker paru-paru adalah:

  • Pembedahan: Dokter akan melakukan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terkena kanker.
  • Terapi radiasi: Dokter akan menembakkan gelombang radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.
  • Kemoterapi: Pada prosedur kemoterapi, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk membasmi sel-sel kanker di seluruh tubuh pasien.
  • Radiosurgery: Beberapa gelombang radiasi akan ditembakkan ke sel-sel kanker dari segala arah.
  • Terapi target: Dokter akan meresepkan obat yang dapat membuat sel-sel kanker tidak dapat berkembang.
  • Imunoterapi: Pasien akan diberikan obat untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Komplikasi Kanker Paru-paru Yang Dapat Terjadi

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, penderita kanker paru-paru dapat mengalami beberapa komplikasi seperti:

  • Nafas menjadi pendek. Jika kanker tumbuh dan menyumbat saluran udara, maka penderita akan kesulitan untuk bernafas.
  • Batuk berdarah. Kanker paru-paru dapat menimbulkan perdarahan pada saluran udara, sehingga penderita mengalami batuk yang disertai keluarnya darah.
  • Nyeri. Kanker yang sudah ganas dan menyebar ke lapisan paru-paru atau ke organ lain dapat menimbulkan rasa nyeri.
  • Cairan pada dada. Kanker pada paru-paru dapat menyebabkan berkumpulnya cairan pada rongga yang mengitari kanker paru-paru.
  • Kanker menyebar ke organ lainnya. Seringkali kanker paru-paru menyebar ke organ lainnya, seperti otak atau tulang

Seperti Ini Cara Mencegah Kanker Paru-paru

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya kanker paru-paru yaitu:

  • Hindari merokok. Berhenti merokok akan mengurangi risiko kanker paru-paru.
  • Jauhi perokok, supaya Anda tidak menjadi perokok pasif.
  • Periksalah kadar zat radon, di tempat tinggal Anda. Rendahnya kadar radon dapat membuat tempat tinggal Anda lebih aman dan sehat.
  • Hindari paparan zat karsinogen saat beraktifitas.
  • Berolahraga setiap hari secara rutin.
  • Perbanyaklah konsumsi buah dan sayuran segar.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.