MENU
kanker paru

Kanker Paru-Paru

kanker payudara

March 22, 2016 Comments Off on Kanker Payudara Views: 2153 Jenis Kanker

Kanker Payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang disebabkan oleh sel kanker ganas yang tumbuh secara abnormal pada jaringan di organ payudara. Sel-sel kanker ini dapat bermetastasis (menyebar) ke bagian tubuh lainnya lewat aliran darah. Kanker ini biasanya menyerang kaum wanita. Tapi, ada beberapa kasus kanker payudara yang menyerang pria.

Kanker ini merupakan salah satu jenis kanker yang paling populer dan sering dikampanyekan pencegahannya. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO), kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk pada tahun 2012. Di Indonesia, kanker ini lebih banyak diderita oleh wanita usia muda dan pada tahap yang lebih lanjut.

Jenis-Jenisnya

Seringkali, kanker ini dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu:

  • Non-invasif (carcinoma in situ): Kanker payudara yang berkembang pada saluran ASI di payudara dan belum menyebar ke organ di luar payudara.
  • Invasif: Jenis kanker payudara yang paling sering terjadi. Biasanya berkembang pada sel-sel yang melapisi saluran ASI di payudara. Kanker payudara jenis ini dapat meyebar ke organ lain di luar payudara.

Apa Saja Gejala Kanker Payudara?

Gejala kanker payudara dapat dideteksi dengan melihat dan merasakan beberapa indikasi awal seperti:

  1. Adanya benjolan keras atau kulit tebal di area payudara yang mungkin terasa gatal atau bisa jadi hanya terasa sakit ketika ditekan.
  2. Adanya pendarahan atau keluarnya cairan tidak dikenal dari puting.
  3. Perubahan bentuk puting menjadi lebih masuk ke dalam.
  4. Kulit payudara menjadi keriput dan cenderung kemerahan.

Ketika kanker sudah menyebar, penderita akan merasakan nyeri pada bagian tulang, menurunnya berat badan, dan membengkaknya bagian lengan.

Inilah Penyebab Kanker Payudara

Penyebab kanker payudara secara khusus hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Namun ada beberapa kemungkinan yang bisa dideteksi sebagai penyebab kanker payudara, yaitu:

  1. Berat badan tidak terkontrol.
  2. Konsumsi alkohol.
  3. Memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya.
  4. Benjolan jinak pada payudara.
  5. Pengaruh genetika.
  6. Faktor usia.
  7. Paparan karsinogen.
  8. Mengalami menstruasi perdana di usia lebih muda dari usia normal menstruasi perdana.
  9. Mengalami menopause di usia lebih tua dari usia normal menopause.
  10. Melahirkan anak pertama ketika usia diatas 30 tahun.
  11. Tidak pernah hamil.
  12. Menjalani terapi hormon pasca menopause.
  13. Terpapar radiasi.

Ini Dia Cara Mendiagnosisnya

Sebaiknya wanita selalu memeriksakan payudara secara rutin, supaya bisa mendeteksi gejala-gejala kanker payudara sedini mungkin. Beberapa cara mendiagnosis kanker ini adalah:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa kedua payudara untuk mencari adanya tanda-tanda kanker payudara.
  • Mamografi. Dokter akan menggunakan sinar -X untuk mendapatkan pencitraan payudara.
  • Scanning payudara, dengan ultrasound atau MRI (magnetic resonance imaging) juga dapat dilakukan dokter untuk memeriksa payudara.
  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan payudara untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium.

Tingkat keparahan kanker payudara dapat dibagi menjadi beberapa tahap yaitu:

  • Stadium 0: Sel-sel kanker hanya ada di dalam saluran ASI dan tidak menyebar ke jaringan tubuh sekitarnya.
  • Stadium 1: Pada awal stadium ini, ukuran kanker 2 cm, dan tidak mempengaruhi kelenjar getah bening sekitarnya.
  • Stadium 2: Ukuran tumor 2 cm dan sudah mulai menyebar ke kelenjar terdekat.
  • Stadium 3: Tumor berukuran 5 cm dan mungkin sudah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: Kanker telah menyebar ke organ-organ yang jauh, khususnya tulang, hati, otak, atau paru-paru.

Begini Prosedur Pengobatannya

Kanker yang terdeteksi saat stadium awal, dapat diobati langsung agar tidak menyebar ke organ tubuh lainnya. Beberapa prosedur pengobatan kanker ini adalah:

  • Pembedahan. Dokter dapat mengangkat kanker (lumpektomi), mengangkat seluruh payudara (masektomi), mengangkat kelenjar getah bening (biopsi kelenjar getah bening sentinel), mengangkat beberapa kelenjar getah bening (aksila diseksi kelenjar getah bening), atau bahkan mengangkat kedua payudara.
  • Terapi radiasi. Dokter akan menggunakan gelombang sinar energi tinggi, seperti Sinar-X atau proton, untuk membasmi sel-sel kanker.
  • Kemoterapi. Dokter akan memberikan obat-obatan yang dapat membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat diposisikan sebagai pendamping prosedur pengobatan kanker yang lain.
  • Terapi hormon. Seringkali dilakukan jika kanker sensitif terhadap perubahan hormon. Terapi hormon juga dapat dilakukan sebelum atau sesudah pembedahan.
  • Terapi target. Dokter akan meresepkan obat-obatan khusus yang akan menyerang ketidaknormalan pada sel-sel kanker.

Pelajari Cara Pencegahannya

Penyebab pasti munculnya kanker ini belum ditemukan sampai saat ini. Namun  ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko berkembangnya kanker payudara, yaitu:

  • Secara rutin memeriksa payudara sendiri.  Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan cara meraba bagian tubug di sekitar payudara dan ketiak untuk memeriksa adanya benjolan, penebalan kulit, atau perubahan fisik lainnya.
  • Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Dapat dimulai dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol dan lemak jenuh.
  • Rutin menjalani pemeriksaan mamografi. Bagi wanita berusia 40-44 tahun dianjurkan untuk mulai rutin mamografi setahun sekali. Untuk wanita berusia 45-54 tahun sudah harus menjalani pemeriksaan mamografi setahun sekali. Sedangkan bagi wanita berusia diatas 55 tahun sebaiknya rutin mamografi setiap 1-2 tahun.

Bagi wanita yang berisiko tinggi menderita kanker payudara, ada dua prosedur pengobatan untuk mengurangi risiko berkembangnya kanker yaitu:

  • Pengobatan preventif. Obat penghambat estrogen akan diresepkan untuk kurangi risiko kanker.
  • Pembedahan preventif. Bagi wanita yang memiliki risiko kanker payudara sangat tinggi, dokter dapat menganjurkan prosedur untuk mengangkat payudaranya yang masih sehat (mastektomi profilaksis).

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.