MENU

Adakah Bahaya Kanker dari Bahan Kosmetik?

June 7, 2017 Comments Off on Benarkah Lipstik, Deodorant dan Pewarna Rambut Memicu Kanker? Views: 2479 Kecantikan

Benarkah Lipstik, Deodorant dan Pewarna Rambut Memicu Kanker?

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Mengejar kecantikan, adalah hasrat wanita yang sulit dibendung. Kecantikan bagi wanita bisa dinilai dari pakaian yang ia gunakan seperti baju, sepatu, tas dan satu lagi yang sulit terlepas dari kehidupan wanita adalah kosmetik. Ya, produk kecantikan yang satu ini memang sudah sangat umum digunakan oleh para wanita dari generasi ke generasi di berbagai kalangan usia, baik dari remaja hingga dewasa.

Sulitnya wanita untuk menghindari penggunaan bahan kosmetik sangat bisa dimengerti, selain mengejar kecantikan dan tuntutan karir, kenyamanan diri saat berinteraksi dan bersosialisasi juga bisa menjadi faktor mendasar terjadinya desakan bagi wanita untuk selalu menggunakan produk kecantikan.

Sebuah produk kosmetik umumnya mengandung beragam bahan kimia yang dicampuradukan. Melihat kondisi ini membuat sebagian orang beropini dan menciptakan isu yang mengatakan bahwa bisa saja bahan kimia ini dapat menyebabkan kanker, bila kita terlalu sering terpapar olehnya melalui produk kecantikan sehari-hari. Namun tampaknya, mitos tersebut tidak seutuhnya benar.  Berdasarkan jurnal penelitian, ditemukan beberapa fakta bahwa bahan kimia dalam kosmetik belum terbukti memicu kanker. Berikut diantaranya:

  • Lipstik*:
    Kandungan Butyl Benzyl Phthalate (BBP)  dan  timbal/timah (lead)  pada lipstik diisukan dengan kanker. Namun kandungan kedua zat tersebut dalam lipstik sangat kecil dan tidak berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
  • Pewarna rambut*:
    Penggunaan pewarna rambut secara personal telah diisukan dengan peningkatan kejadian kanker kandung kemih. Namun hal tersebut belum tentu benar, karena tidak terdapat bukti mengenai hal tersebut.
  • Deodorant/antiperspirant:
    Kandungan aluminium diisukan menyebabkan kanker payudara karena mencegah racun dikeluarkan oleh tubuh dan racun tersebut menyumbat kelenjar limfe sehingga menyebabkan kanker payudara. Hal tersebut tidak tepat, karena aluminium menghambat kelenjar keringat bukan kelenjar limfe dan kanker payudara berasal pertama kali dari jaringan payudara dan dapat menyebar ke kelenjar limfe bukan sebaliknya. Belum ada bukti bahwa penggunaan deodorant/antiperspirant yang mengandung aluminium dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

* Perlu dicatat, bila lipstik atau pewarna rambut yang Anda gunakan menggunakan bahan pewarna merah K3 dan K10 (Rhodamin B), sebaiknya ganti produk tersebut. Diketahui pewarna Rhodamin B memiliki potensi memicu kanker karena bersifat karsinogenik.

Namun begitu untuk kewaspadaan semata, sebaiknya Anda tidak sembarang membeli produk kecantikan terutama karena hanya tertarik dengan harga yang terlalu miring. Utamakanlah dahulu keamanan dan kualitas produk bagi diri Anda sebelum membelinya. Selain itu Anda juga perlu melihat dan meninjau ulang kandungan kimia yang tertera pada produk serta memastikan produk yang Anda gunakan sudah teregistrasi BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Tags: , , , , , , ,

Comments are closed.