MENU
Cegah Kanker Lewat Pola Makan Anda

Cegah Kanker Lewat Pola Makan Anda

Minuman Panas Menyebabkan Kanker

WHO: Kebiasaan Minum Minuman Panas Dapat Memicu Kanker

Tips Menjaga Pola Makan Kemoterapi

August 12, 2016 Comments (0) Views: 1136 Artikel Kesehatan, Kemoterapi

14 Tips Menjaga Pola Makan Kemoterapi

Bukan hanya sel kanker, sel sehat juga akan terkena dampak dari pemusnahan sel oleh obat kemoterapi. Sehingga keseimbangan hormon dan gizi pasien dapat terganggu. Adakah tips menjaga pola makan kemoterapi? Agar dapat memperbaiki keseimbangan gizi pasien.

Tubuh akan merasa tidak nyaman akibat terganggunya gizi dan hormon. Baik selama proses pengobatan maupun beberapa periode setelahnya. Kemoterapi sendiri adalah terapi pengobatan kanker lewat pemberian senyawa yang bersifat sitotoksik (memusnahkan) pada sel. Pemberian senyawa sitotoksik dilakukan guna membunuh dan menghentikan penyebaran sel-sel kanker yang sangat cepat berkembang.

Tips Pola Makan Kemoterapi

Jika Anda berencana melakukan kemoterapi, maka tentunya Anda ingin merasa tetap sehat dan nyaman selama pengobatan. Itu bisa dilakukan dengan melakukan beberapa tips terkait asupan nutrisi dan pola makan kemoterapi. Sebab, apa yang Anda makan selama masa pengobatan akan menghasilkan perbedaan besar dalam membantu Anda tetap sehat dan nyaman. Berikut ini adalah tips terkait asupan nutrisi makanan yang dilansir dari WebMD.

1. Jaga Kelezatan Makanan Anda

Percayalah bahwa kemoterapi dapat mengurangi selera makan Anda pada beberapa waktu. Pasalnya, kemampuan lidah pasien dalam merasakan makanan akan berubah setelah ia menjalani kemoterapi. Umumnya makanan atau minuman tertentu akan terasa seperti logam, atau rasa lain yang kurang menyenangkan. Air putih dan daging adalah asupan yang paling kentara perubahannya pada lidah pasien.

Jika demikian, maka cobalah untuk menjaga makanan atau minuman tertentu sehingga tetap enak dikonsumsi. Anda dapat menambahkan irisan lemon pada air putih, atau memilih minuman berperasa alami. Daging pun demikian, berikan bumbu yang kuat pada daging, atau ganti dengan sumber protein seperti telur, susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan ikan.

2. Waspada Sembelit

Salah satu efek kemoterapi selain diare adalah sembelit. Anda yang akan menjalani kemoterapi sangat dianjurkan mencukupi kebutuhan air sehingga usus tidak bermasalah. Selain itu, pastikan untuk menambah serat dalam asupan sehari-hari. Tambahkan juga dengan berolahraga meskipun hanya berjalan kaki 20 menit. Ini akan menghindarkan usus Anda dari sembelit.

3. Jaga Berat Badan

Beberapa pasien kanker cenderung mengalami pertambahan berat badan selama pengobatan, kata Jennifer Koorenny, ahli diet onkologi dari Seattle Cancer Care Alliance. Dia menyarankan pasien kemoterapi untuk mengonsumsi makanan rendah lemak, makanan ringan, dan banyak sayuran.

4. Tingkatkan Nafsu Makan

Banyak pasien yang menjalani kemoterapi merasakan penderitaan pada selera makan mereka. Anda disarankan mencoba makanan ringan seperti sereal panas, roti panggang dengan selai kacang, bisa juga dengan yogurt, atau sup kombinasi berisi sayur penghambat kanker.

5. Buat Catatan Kecil Tentang Makanan dan Gejala yang dilami

Tuliskan apa yang Anda konsumsi setiap hari, lalu catat pula apa saja gejala yang dialami di hari tersebut. Cara ini akan membantu Anda dan dokter atau perawat mengidentifikasi apa saja makanan dan minuman yang dapat menyebabkan Anda mual, sembelit, atau diare. Dengan cara ini, dokter atau perawat akan lebih mudah memberikan penanganan dini sebelum masalah semakin buruk.

6. Atasi Sariawan

Beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan efek samping sariawan atau juga dikenal sebagai mucositis oral. Untuk mendorong penyembuhannya, hindari makanan pedas, alkohol, dan makanan panas. Jaga mulut Anda agar tetap basah dengan memperbanyak minum air putih sepanjang hari. Membilas mulut Anda dengan air garam setelah makan juga bisa membantu menyembuhkan sariawan.

7. Perbanyak Minum Untuk Menghindari Dehidrasi

Diare dan muntah adalah efek samping kemoterapi yang dapat menyebabkan dehidrasi, apalagi saat pasien kurang minum. Dehidrasi ditandai dengan mulut kering atau lengket, mata cekung, produksi urin rendah (urin berwarna kuning pekat), dan ketidakmampuan untuk memproduksi air mata. Minumlah banyak air sebelum dan sesudah proses kemoterapi agar terhindar dari dehidrasi.

8. Kontrol Mual

Mual adalah gejala yang hampir tidak luput dari rangkaian pengobatan kemoterapi. Anda bisa mengontrolnya dengan memilih makanan dingin ketimbang makanan hangat, mengunyah jahe atau olahannya (permen, teh, dsb), serta menghirup peppermint. Akan lebih baik bagi pasien untuk menghindari makanan berminyak dan makanan dengan beraroma kuat.

9. Konsumsi Makanan Kecil Namun Sering

Mengonsumsi makanan berukuran kecil namun sering, cenderung lebih baik selama proses kemoterapi dibandingkan makanan yang lebih besar namun jarang. Ini akan membantu Anda mengurangi rasa mual.

10. Konsultasikan dengan Pakar Diet

Mengonsultasikan masalah asupan nutrisi pada ahlinya mungkin akan membantu Anda untuk menentukan asupan terbaik saat menjalani kemoterapi. Seorang ahli diet atau gizi dapat membantu membimbing Anda menentukan asupan sehari-hari berdasarkan masalah yang Anda alami selama pengobatan kanker.

11. Hindari Alkohol

Alkohol dapat menyebabkan stres yang tidak semestinya pada organ hati dan menyulitkan organ hati dalam memproses obat kemo. Alkohol juga bisa memicu mual atau efek samping buruk pada saluran pencernaan dan dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi.

12. Berkonsultasi Sebelum Memilih Suplemen

Para ahli gizi tidak menyarankan pasien untuk mengonsumsi suplemen diet tertentu selama kemoterapi. Suplemen akan berpotensi mengganggu efektivitas kemoterapi itu sendiri. Suplemen tersebut meliputi vitamin, mineral, herbal, dan tumbuhan.

Jika Anda tetap ingin mengonsumsi suplemen, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Sebab tidak semua suplemen mengganggu efektivitas kemoterapi. Sebaliknya, ada sebagian suplemen antikanker yang justru membantu mengurangi efek kemoterapi.

13. Batasi Konsumsi Teh Hijau

Beberapa dokter membatasi jumlah teh hijau yang dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Teh hijau (dan juga putih) yang dikemas dengan antioksidan phytochemical dapat mengganggu efektivitas yang diharapkan dari kemoterapi.

14. Tanyakan dokter Anda Tentang Makanan kedelai

Sebelum makan makanan berbahan dasar kedelai, tanyakan kepada dokter Anda tentang jenis kanker atau jenis kemoterapi yang sedang Anda jalankan.

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *