MENU
Belajar Hadapi Kanker Dari 4 Film Kanker Ini

Belajar Hadapi Kanker Dari 4 Film Ini

Kopi versus Teh Mana Yang Lebih Sehat

Kopi versus Teh: Mana Yang Lebih Sehat?

Kanker Tulang: Apa Gejala Dan Pencegahannya

March 27, 2018 Comments (0) Views: 565 Artikel Kesehatan, knowledge, Tentang Kanker

Kanker Tulang: Apa Gejala Dan Pencegahannya

Tanggal 11 April ditetapkan sebagai Hari Kanker Tulang oleh Kementerian Kesehatan Indonesia. Memangnya bisa muncul pada tulang? Mari mengenal lebih jauh kanker ini, agar dapat mengurangi resikonya.

Ini adalah kanker yang muncul dan berkembang pertama kali pada tulang. Kanker ini dapat muncul pada tulang di seluruh bagian tubuh, namun kebanyakan terjadi pada bagian tulang panjang pada lengan dan tungkai kaki.

Jenis Kanker Tulang

Beberapa jenis kanker ini sendiri ada yang biasa muncul pada anak-anak. Lalu ada berapa jenis kanker? Ada tiga jika dibedakan dari jenis sel tempat bermulanya kanker, yaitu:

  • Osteosarkoma: Kanker inilah yang diderita oleh karakter Gus dalam film The Fault in Our Star. Osteosarkoma muncul pada sel-sel tulang, dan seringkali diderita oleh anak-anak dan remaja. Kanker ini umumnya muncul pada tungkai kaki atau lengan.
  • Kondrosarkoma: kanker tulang jenis ini muncul pada sel-sel tulang rawan. Umumnya muncul pada panggul, lengan atau tungkai kaki pada orang dewasa.
  • Sarkoma Ewing: Masih belum jelas dari mana kanker sarkoma ewing muncul, tapi tumornya kebanyakan muncul di panggul, tungkai kaki atau lengan pada anak-anak dan dewasa muda.

Inilah Gejala Kanker Tulang

Apa saja gejala yang dirasakan oleh penderita kanker ini? Berikut beberapa gejalanya:

  • Nyeri pada tulang.
  • Pembengkakan dan sensitif di bagian timbulnya kanker.
  • Tulang patah.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab.

Penyebab Kanker Tulang

Penyebab pasti munculnya kanker ini masih belum diketahui sampai saat ini. Lalu faktor-faktor apa yang dapat memperbesar resiko terkena kanker ini? Inilah beberapa faktornya:

  • Mengidap kelainan genetis. Beberapa kelainan genetik seperti sindrom Li-Fraumeni dan Retinoblastoma turunan dapat memperbesar risiko kanker di tulang.
  • Penyakit Paget pada tulang, biasanya diderita oleh orang dewasa. Penyakit paget ini membuat penderitanya lebih berisiko terkena kanker pada tulang.
  • Terapi radiasi untuk kanker, jika dosis radiasinya besar ternyata malah dapat memperbesar risiko berkembangnya kanker pada tulang.

Seperti Ini Mendiagnosis Kanker Tulang

Dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani prosedur diagnosis jika dicurigai menderita kanker. Umumnya, dokter akan melakukan tes pencitraan untuk mendiagnosis kanker yaitu scan, CT scan, MRI, PET scan, dan Sinar-X.

Dokter juga dapat melakukan prosedur biopsi, dimana akan diangkat sampel jaringan tumor tulang untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. Prosedur biopsi akan menyediakan informasi bagi dokter untuk mengetahui apakah tumor sudah tergolong ganas, jenis kanker yang diderita, dan seberapa cepat sel-sel tumor tumbuh.

Tingkat keparahan kanker ini dapat dibedakan menjadi empat yaitu:

  • Stadium 1: Pada tahap ini, kanker terbatas hanya pada 1 area pada tulang dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-sel kanker pada stadium 1 juga belum agresif.
  • Stadium 2: Pada stadium ini kanker juga belum menyebar ke bagian tubuh lain. Namun di stadium 2 sel-sel kanker lebih agresif.
  • Stadium 3: Pada tahap ini, kanker muncul pada lebih dari 1  area pada tulang yang sama.
  • Stadium 4: Kanker pada tahap ini sudah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang lain atau organ-organ internal lainnya.

Begini Cara Pengobatannya

Ada beberapa prosedur pengobatan yang dapat dipilih dokter, yaitu:

1. Pembedahan.

Tujuan dilakukan prosedur pembedahan adalah mengangkat seluruh jaringan kanker. Bahkan dokter dapat melakukan amputasi jika kanker berukuran sangat besar atau terletak di bagian tubuh yang sulit.

2. Kemoterapi.

Pada prosedur kemoterapi, dokter akan memasukkan obat-obatan anti-kanker ke dalam tubuh untuk membasmi sel-sel kanker di seluruh tubuh pasien.

3. Terapi radiasi.

Dokter akan menembakkan gelombang berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

4. Terapi komplementer.

Merupakan terapi kanker yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang turun akibat efek samping pengobatan kanker lainnya. Beberapa terapi komplementer juga diandalkan untuk membantu melawan kanker, contohnya terapi herbal jamur maitake.

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *