MENU

Wanita: Tingkatkan Kewaspadaan terhadap 3 kanker ini

Tinggal Di Indonesia? Waspadai 3 Kanker Ini

March 12, 2018 Comments (0) Views: 1061 Artikel Kesehatan, knowledge, lifestyle, Psikis dan Mental

Kanker Sebabkan Stres Atau Stres Yang Sebabkan Kanker?

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

“The greatest weapon against stress is our ability to choose one thought over another”

Tekanan pekerjaan, kondisi finansial memburuk, terancam tidak lulus mata kuliah, uang belanja menipis, anak sulit menyusui, atau bahkan putus dengan sang pacar? Kondisi tersebut dapat memicu stres pada beberapa orang. Memang apa sih stres itu?

Stres adalah kondisi dimana reaksi tubuh seseorang terhadap situasi berbahaya, nyata atau hanya sekadar perasaan. Sebuah reaksi kimia terjadi ketika merasa terancam, yang memungkinkan orang tersebut beraksi untuk mencegah cedera. Reaksi ini akan membuat detak jantung meningkat, nafas lebih cepat, otot-otot mengencang, dan tekanan darah meningkat.

Apakah stres buruk bagi Anda? Dalam ‘dosis kecil’, stres justru dapat membantu seseorang menyelesaikan tugas atau menghindari cedera. Tubuh kita tidak dirancang untuk menahan stres jangka panjang yang kronis.

Lalu apa yang terjadi pada tubuh ketika diserang stres jangka panjang? Beberapa gangguan kesehatan serius yang muncul akibat stres jangka panjang adalah:

  • Gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian.
  • Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan stroke.
  • Obesitas, dan gangguan makan lainnya.
  • Gangguan menstruasi.

  • Disfungsi seksual.

  • Gangguan kulit dan rambut.

  • Gangguan pencernaan.

Selain itu, stres jangka panjang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat penderita stres memiliki risiko lebih besar mengidap kanker. “Stres kronis juga bisa membuat kanker tumbuh dan menyebar dengan beberapa cara,” ujar Anil K. Sood, profesor pengobatan reproduksi, ginekologi dan onkologi di MD Anderson.

Hormon-hormon stres akan menghambat proses dalam tubuh yang membunuh sel-sel patogen dan  mencegahnya untuk menyebar. Stres kronis juga akan mempercepat proses perkembangan kanker.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi stres? Hindari cara-cara negatif untuk mengatasi stres, karena malah membuat stres semakin parah. It’s not stress that kills us, it is our reaction to it. Berikut beberapa cara positif untuk mengatasi stres yaitu:

  • Berdoa, beribadah atau meditasi.
  • Tertawa atau menangis.

  • Membersihkan diri dengan mandi.

  • Berolahraga atau keluar menikmati alam.

  • Mendiskusikan masalah dengan pasangan atau orang terdekat.

  • Melakukan konseling dengan psikiater.

  • Bersosialisasi dengan teman.

  • Coba lakukan hobi baru, seperti memelihara binatang, menulis, melukis, berkebun.

Jangan biarkan stres kronis menyerang dan menggerogoti kesehatan Anda. Profesor Cary Cooper, pakar kesehatan okupasi dari Universitas Lancaster, mengatakan bahwa tidak mengontrol situasi dan diam saja hanya akan memperburuk masalah.

Berikut 10 saran dari sang profesor untuk mengendalikan stres:

  • Selalu aktif. Berolahraga memang tidak membuat stres hilang, tapi dapat mengurangi intensitas emosional, menjernihkan pikiran dan membuat Anda lebih tenang menghadapi masalah.
  • Kontrol situasi. Perasaan kehilangan kontrol justru merupakan salah satu penyebab utama stres.
  • Bersosialisasi dengan orang lain. Dukungan dari teman dan anggota keluarga dapat meringankan masalah yang dihadapi serta bantu melihatnya dari sudut pandang berbeda.
  • Luangkan waktu untuk rileks. Gunakan akhir pekan untuk mendapatkan ‘me time’ berkualitas.
  • Tantang diri sendiri. Tetapkan  sasaran dan tantangan untuk bangun kepercayaan diri sendiri.
  • Hindari kebiasaan tidak sehat, karena tidak akan memecahkan masalah yang dihadapi.
  • Tolonglah orang lain. Menolong orang lain dapat membuat diri sendiri lebih tangguh menghadapi masalah.
  • Kerja lebih cerdas. Mulai prioritaskan pekerjaan dan berkonsentasi untuk menyelesaikannya.
  • Berusaha positif. Coba untuk melihat segala sesuatu dari sisi positifnya.
  • Menerima hal-hal yang tidak bisa kita ubah. Jika kondisi tidak bisa kita ubah, coba untuk beradaptasi menghadapinya.

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *