MENU
Makanan Kemoterapi Bagi Pasien

Catat: Makanan Kemoterapi Bagi Pasien Kanker

kanker rahim

October 1, 2018 Comments (0) Views: 43 Jamur Maitake

Kanker Rahim

Kanker rahim adalah jenis kanker yang bermula pada rahim, salah satu organ berongga di bagian panggul yang memiliki bentuk seperti buah pir. Di dalam organ rahim inilah janin tumbuh dan berkembang. Kanker jenis ini biasanya bermula pada sel-sel yang membentuk lapisan endometrium pada rahim, tapi dapat juga mulai berkembang di lapisan uterus yang lebih dalam.

Kanker pada rahim biasanya berkembang sangat lambat sehingga sukar untuk dideteksi. Namun dengan pemeriksaan rutin, kanker ini dapat didiagnosis lebih dini dan ditangani sebelum menyebar ke organ lainnya.

Jenis-Jenis Kanker Rahim

Kanker ini berbeda dari kanker lain yang juga menyerang sistem reproduksi wanita, seperti kanker ovarium dan kanker serviks. Ada dua jenis kanker pada rahim, yaitu:

  • Kanker endometrium: Kanker pada rahim jenis ini mulai muncul pada sel-sel yang membentuk dinding rahim (endometrium).
  • Sarkoma uterus: Kanker pada rahim yang muncul pertama kali pada dinding otot rahim. Kanker rahim jenis ini dapat ditangani dengan cara yang berbeda.

Apa Saja Gejala Kanker Rahim

Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita kanker pada rahim adalah:

  • Terjadi perdarahan dari rahim setelah menopause.
  • Mengalami perdarahan di antara dua periode menstruasi.
  • Keluar cairan encer atau mengandung darah dari vagina secara tidak normal.
  • Nyeri pada bagian panggul.
  • Uterus membesar.
  • Nyeri ketika berhubungan seksual.
  • Kehilangan berat badan tanpa sebab jelas.
  • Perut bagian bawah, punggung atau tungkai terasa lemas dan nyeri. Hal ini terasa ketika kanker sudah menyebar ke organ-organ lainnya.

Inilah Penyebab Kanker Rahim

Belum ditemukan penyebab pasti kanker rahim sampai saat ini, namun kita dapat mewaspadai beberapa faktor yang meningkatkan risiko munculnya kanker rahim seperti:

  • Mengalami menstruasi pertama pada usia yang lebih muda dari usia rata-rata wanita mengalami menstruasi pertamanya.
  • Mengalami menopause lebih tua dari usia kebanyakan wanita mengalami menopause.
  • Obesitas.
  • Mengidap diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • Memiliki sedikit anak atau tidak sama sekali.
  • Pernah menderita kemandulan, menstruasi tidak teratur, atau memiliki sel-sel abnormal pada endometrium.
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker rahim, kanker kolorektal, dan kanker payudara.
  • Berusia lanjut.
  • Menjalani terapi hormon untuk kanker payudara.
  • Mengalami ketidakseimbangan hormon wanita.

Ini Dia Cara Mendiagnosis Kanker Rahim

Ada beberapa prosedur diagnosis yang dapat dilakukan dokter untuk memeriksa pasien yang dicurigai menderita kanker rahim. Beberapa prosedur tersebut adalah:

  • Pemeriksaan panggul: Dokter akan memeriksa panggul dan bagian luar alat kelamin wanita. Kemudian dokter akan menggunakan  dua jari tangan yang telah bersarung tangan medis melalui lubang vagina untuk memeriksabagian dalam vagina dan rahim.
  • Pap smear: Dalam pemeriksaan ini, dokter akan mengambil apusan (swab) dari bagian leher rahim.
  • Tes darah dan urine.
  • Uji pencitraan (transvaginal ultrasound scan): Dokter akan menyarankan pasien menjalani uji pencitraan dengan ultrasound, untuk mendapatkan gambar detail bagian dalam rahim.
  • Histeroskopi: Dokter akan memasukkan sejenis teleskop tipis ke dalam vagina dan rahim, untuk memeriksa langsung lapisan dinding bagian dalam rahim.
  • Biopsi: Dokter akan mengambil sampel jaringan dari lapisan dinding bagian dalam rahim. Sampel ini akan diteliti lebih lanjut di laboratorium.
  • Kolonoskopi: Dokter akan menggunakan instrumen khususuntuk memeriksa lapisan dinding bagian dalam usus besar.

Jika pasien terdiagnosis kanker pada rahim, maka dokter dapat melakukan pula beberapa pemeriksaan lanjutan untuk mengindentifikasi tingkat keparahan kanker di rahim yang diderita pasien. Beberapa pemeriksaan tambahan itu adalah:

  • Pemeriksaan sinar-X dada: Untuk memeriksa apakah kanker sudah menyebar ke paru-paru pasien.
  • CT scan, MRI dan PET scan: Juga dilakukan untuk memeriksa penyebaran kanker di seluruh tubuh.
  • Pemeriksaan darah lanjutan: Untuk memeriksa kondisi kesehatan umum pasien, dan fungsi organ-organ tubuh.

Tingkat keparahan kanker pada rahim dapat dibedakan menjadi empat tingkatan yaitu:

  • Stadium I: kanker hanya ditemukan pada uterus.
  • Stadium II: kanker ditemukan pada uterus dan serviks.
  • Stadium III: kanker telah menyebar keluar uterus, namun belum mencapai rektum dan kandung kemih. Kelenjar getah bening bagian panggul mungkin sudah terkena kanker.
  • Stadium IV: kanker telah menyebar keluar bagian panggul pasien dan menjalar pada kandung kemih, rektum dan organ tubuh yang jauh dari rahim.

Begini Prosedur Pengobatan Kanker Rahim

Prosedur penanganan kanker pada rahim berbeda-beda untuk setiap pasien tergantung dari beberapa faktor seperti:

  • Jenis dan ukuran kanker yang diidap.
  • Tingkat keparahan kanker.
  • Kondisi kesehatan umum pasien.
  • Luas penyebaran kanker.
  • Apakah kesuburan organ reproduksi menjadi hal yang diutamakan pasien.

Ada beberapa prosedur penanganan kanker di rahim yang dapat dilakukan dokter yaitu:

  • Pembedahan: Pembedahan untuk mengangkat rahim (histerektomi) biasanya direkomendasikan bagi kebanyakan pasien. Namun pasien tidak mungkin lagi memiliki keturunan.
  • Terapi Radiasi: Dokter akan menggunakan sinar berenergi tinggiuntuk membunuh sel-sel kanker. Jenis terapi ini juga dapat dilakukan untuk memperlambat penyebaran kanker, ketika pembedahan sudah tidak bisa dilakukan.
  • Terapi hormon: Dokter akan meresepkan obat-obatan yang mempengaruhi kadar hormon dalam tubuh pasien, sehingga pertumbuhan sel-sel kanker terhenti dan mati.
  • Kemoterapi: Dokter akan meresepkan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih ada di dalam tubuh pasien.

Pelajari Cara Pencegahan Kanker Rahim

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker di rahim yaitu:

  • Pertimbangkan untuk mengonsumsi Pil KB. Mengonsumsi Pil KB selama sedikitnya setahun, dapat mengurangi risiko kanker di rahim.
  • Berkonsultasilah dengan dokter tentang risiko terapi hormon setelah menopause. Hal ini sebaiknya dilakukan oleh wanita yang akan melakukan terapi pengganti hormon yang  membantu mengontrol gejala menopause.
  • Jagalah berat badan ideal, sebab obesitas dapat meningkatkan risiko kanker pada rahim.
  • Rutin berolahraga setiap hari, karena bisa menurunkan risiko kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *