MENU
Lebih Sehat Susu Sapi Atau Susu Kedelai

Lebih Sehat Susu Sapi Atau Susu Kedelai?

Efek Samping Terapi Kanker

Efek Samping Dari Terapi Kanker

Dua telur dalam wajan

May 2, 2018 Comments (0) Views: 115 Artikel Kesehatan, Diet, knowledge, makanan, nutrisi, Vitamin

Expert Say: Kuning Telur dan Efek Vitamin B-17

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Anda bertanya, dokter dan ahli kesehatan kami akan menjawabnya. Pada artikel ini, kami akan tuliskan jawaban dari dokter dan para ahli atas dua pertanyaan menarik yang diajukan pada event seminar “Cerdas Menghadapi Kanker” pada 24 Maret 2018 lalu.

Apakah kuning telur sehat untuk dimakan?

Jawaban: Kuning telur mengandung protein yang mudah diserap dan digunakan oleh tubuh. Penelitian dari University of Surrey, Inggris, menyatakan bahwa kuning telur baik untuk dikonsumsi sehari-hari  karena mengandung fosfor, zinc, vitamin B, kolin dan anti-oksidan.

Konsumsi sebutir telur dalam sehari tidak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Sebuah penelitian di Illinois menyatakan, setengah dari responden penelitian yang menderita penyakit jantung tidak memiliki kadar kolesterol yang tinggi.

Untuk menurunkan kolesterol, yang perlu dilakukan adalah menjauhi lemak trans dan mengonsumsi makanan dengan kandungan Omega-3 dan serat, seperti buah dan sayur. Sehingga Anda tidak perlu menghindari kuning telur.

Apa benar vitamin B-17 bisa menyembuhkan kanker?

Jawaban: Secara ilmiah tidak ada bukti kuat bahwa amygdalin atau ‘vitamin B-17’ ini mempunyai efek anti kanker. Berbeda dengan Maitake, yang menurut hasil penelitiannya punya banyak khasiat mengarah ke pencegahan dan penanganan kanker.

Amygdalin (atau vitamin B-17) adalah senyawa yang ditemukan pada apel, persik, prem, ceri merah, biji aprikot, dan buah-buahan lainnya. Bentuk buatan yang telah dimurnikan, dikenal sebagai Laetrile dan dipatenkan pada 1950-an. Laetrile sudah dilarang oleh FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) sejak tahun 1980.

Amygdalin akan hancur di dalam usus, kemudian timbul zat sianida yang seharusnya membunuh sel kanker berbahaya. Ada juga yang menyebutkan bahwa zat ini bekerja sama dengan enzim di dalam sel kanker, untuk menghancurkan sel kanker itu sendiri.

Ada ahli kesehatan lain menyebutkan bahwa kanker disebabkan karena kita tidak memiliki cukup ‘vitamin B-17’, tetapi tidak ada bukti bahwa amygdalin bertindak seperti vitamin di dalam tubuh manusia. Bahkan belum ada bukti jika tubuh kita membutuhkan asupan amygdalin.

Jadi amygdalin malah justru dapat menyebabkan keracunan sianida, yang berefek:

  • Turunnya tekanan darah sangat rendah.
  • Merusak organ hati.
  • Mengalami koma.
  • Dapat mengancam nyawa, jika seseorang mengonsumsi dosis tinggi: 50-60 kernel aprikot, atau 50 gram laetril.

Sedangkan gejala-gejala keracunan sianida antara lain:

  • Pusing.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.
  • Warna kulit membiru.
  • Kelopak mata atas terkulai.
  • Kesulitan berjalan.
  • Linglung.
  • Demam.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *