MENU
Mengatasi Depresi Setelah Histerektomi

Mengatasi Depresi Setelah Histerektomi

Apa Yang Dirasakan Setelah Anda Sembuh Kanker

June 27, 2019 Comments Off on Apa Yang Dirasakan Setelah Anda Sembuh Dari Kanker? Views: 135 Psikis dan Mental

Apa Yang Dirasakan Setelah Anda Sembuh Dari Kanker?

Apa yang terjadi setelah Anda sebagai survivor kanker melewati semua terapi kanker? Sembuh dari kanker tentu membawa kebahagiaan. Namun adakah emosi negatif yang dirasakan saat Anda sudah dinyatakan sembuh kanker?

Pada saat masih menjalani perawatan kanker, Anda  harus berkonsultasi dengan dokter secara rutin. Namun ketika sudah dinyatakan sembuh kanker, maka rutinitas bertemu dokter pun hilang. Kondisi ini membuat Anda harus melewati masa adaptasi kembali ke rutinitas ‘normal’ sebelum terkena kanker.

Emosi Negatif Setelah Sembuh Kanker

Banyak dari pasien merasa kanker sudah mengubah hidup mereka. Setelah sembuh, survivor kanker seringkali menemukan gaya hidup baru. Beberapa emosi negatif yang umumnya dirasakan oleh survivor kanker usai menyelesaikan terapi kanker adalah:

1. Perasaan khawatir

  • Khawatir kanker bisa muncul kembali, merupakan perasaan yang umum dialami survivor kanker. Buatlah jadwal konsultasi rutin dengan dokter untuk memonitor kondisi kesehatan Anda pasca perawatan kanker.
  • Cemas. Perasaan cemas bisa muncul saat survivor kanker khawatir tentang pengaruh kanker terhadap masa depan dirinya.
  • Khawatir dengan penampilan fisik. Penampilan fisik pasien kanker dapat berubah drastis akibat efek samping perawatan kanker. Survivor kanker bisa merasa khawatir terhadap apa yang dipikirkan orang lain akan perubahan penampilan mereka.

2. Perasaan sedih

  • Depresi. Perubahan dan merasa kehilangan dapat memicu stres para survivor kanker. Perasaan stres yang berkepanjangan dapat membawa depresi, yang merupakan kondisi serius. Depresi juga dapat dipicu atau diperparah oleh perubahan kimiawi pada otak. Pasien depresi membutuhkan perawatan medis untuk mengatasinya.
  • Kesedihan. Respon umum survivor kanker setelah melewati perawatan kanker adalah perasaan sedih. Karena survivor kanker baru memiliki waktu untuk memikirkan semua perubahan yang terjadi di sekelilingnya.
  • Duka. Perasaan ini muncul ketika survivor kanker kehilangan sesuatu yang sangat penting. Contohnya seperti survivor kanker ditinggal pasangannya, akibat kanker yang dideritanya.
  • Perasaan bersalah. Beberapa survivor kanker merasa bersalah, karena mereka menganggap kanker muncul karena dirinya. Atau survivor kanker merasa bersalah karena dirinya selamat dari kanker, sedangkan pasien lainnya tidak selamat.

3. Perasaan bingung

  • Ketidakpastian. Survivor kanker dapat merasa tidak pasti akan masa depan kesehatan mereka akibat kanker, meskipun sudah dinyatakan sembuh kanker. Setiap konsultasi rutin dengan dokter, survivor kanker akan merasa cemas. Berusaha tetap fokus pada hari yang dijalani, dapat membantu Anda mengurangi perasaan cemas.
  • Marah. Perasaan ini bisa muncul akibat frustasi survivor kanker terhadap kanker yang sudah mengubah kehidupan mereka. Kanker dapat mengubah kondisi fisik, finansial atau emosional Anda.
  • Dingin. Survivor kanker dapat berubah menjadi orang yang dingin secara emosi, yaitu tidak bisa merasakan emosi. Perawatan kanker dapat menimbulkan stres berlebihan pada pasien. Seseorang dapat ‘mematikan’ perasaan mereka untuk melindungi diri dari stres berlebihan.
  • Perubahan pandangan hidup. Sistem kepercayaan pada diri pasien dapat goyah dan berubah akibat terdiagnosis kanker. Ketika perawatan kanker selesai, ia bahkan dapat memiliki pandangan hidup baru akibat stres. 

Tips-Tips Untuk Mengontrol Emosi Negatif Pasca Kanker

Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengontrol emosi-emosi negatif:

  • Dapatkan informasi, sehingga Anda dapat melakukan hal yang tepat untuk mengatasi kondisi kesehatannya. Kondisi ini bisa memberikan pasien kepercayaan diri untuk mengontrol kesehatannya.
  • Pahamilah bahwa Anda bukanlah penyebab kanker muncul kembali. Hal ini akan membantu Anda untuk bersikap menerima keadaan.
  • Dorong diri Anda sendiri untuk berlatih melepas rasa takut. Merasa takut itu normal, namun rasa takut itu jangan disimpan di dalam kepala.
  • Usahakan diri Anda untuk mengekspresikan rasa takut pada orang terdekat atau pada konselor.
  • Hindari untuk memikirkan tentang masa depan terlalu jauh, fokuslah pada hari ini.
  • Gunakan energi Anda untuk kesehatan, serta hal-hal yang perlu dilakukan untuk tetap sehat.
  • Temukan cara untuk menenangkan diri Anda.
  • Tetaplah aktif secara fisik sebisa mungkin.
  • Cobalah untuk mengontrol apa yang bisa dikontrol. Usahakan mengontrol layanan kesehatan untuk diri sendiri.
  • Update terakhir:
  • Update selanjutnya: 24 Juni 2020

Tags: , ,

Comments are closed.