MENU

Bolehkah Pasien Kanker Mengonsumsi Daging Merah?

Adakah Risiko Kanker pada Ikan Laut?

June 19, 2017 Comments Off on Cemaran Bahan Kimia Pemicu Kanker Kian Tak Terbendung Views: 5939 makanan

Cemaran Bahan Kimia Pemicu Kanker Kian Tak Terbendung

Kanker tergolong penyakit kronik berbahaya yang dapat menyerang siapa pun dan kapan pun tanpa melihat usia dan jenis kelamin. Penyakit ini terkategori berbahaya karena memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dan sangat sulit untuk dipulihkan. Penyakit kanker bukan timbul tanpa sebab, penyakit ini dapat timbul karena banyak faktor terutama faktor pola hidup tidak sehat, terlebih lagi bagi kita yang hidup di zaman modern seperti ini.

Tidak bisa dipungkiri zat kimia berbahaya sudah menjadi bagian hidup manusia. Pertanyaannya, bisakah masyarakat urban terbebas dari paparan bahan kimia? Hal tersebut dipercayai sangat sulit untuk dilakukan, bukan bermaksud pesimis namun faktanya hampir segala produk harian dimulai dari makanan sehari-hari yang kita konsumsi bahkan udara yang kita hirup juga tak luput dari cemaran bahan kimia berbahaya bersifat karsinogenik (memicu kanker), seperti halnya rokok dan polusi kendaraan.

Tidak berhenti di situ, berikut daftar beberapa hal lain yang dicurigai memiliki kandungan bahan berbahaya berisiko memicu kanker yang berpotensi dikonsumsi sehari-hari oleh manusia:

  1. Soda Diet
    Meski memiliki tambahan kata ‘diet’ di belakangnya, soda diet ternyata lebih buruk daripada minuman bersoda biasa, karena pada minuman soda diet lebih sering terkandung pemanis buatan aspartame. Aspartame merupakan penyebab kondisi cacat lahir dan kanker. Selain aspartame, sucralose atau splenda, sakarin dan jenis pemanis buatan lainnya sudah terbukti menyebabkan kanker.
  2. Buah dan Sayur Tidak Tercuci Bersih
    Buah-buahan sejatinya sangat berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, bahkan beberapa buah yang berwarna cerah diketahui memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga dapat berperan baik dalam melawan kanker. Namun sayangnya buah-buah yang biasa tersedia dari supermarket atau pasar tradisional terkadang belum pasti bersih 100% dari pestisida. Pestida merupakan zat kimia yang digunakan untuk mencegah hama merusak buah dan sayur, namun bila tidak dicuci bersih zat ini pun dapat menjadi risiko pemicu kanker bila tertelan oleh manusia. Proses pencucian saja terkadang tidak cukup untuk menghilangkan sisa-sisa pestisida sehingga disarankan konsumsilan buah dan sayur organik untuk mencegah kontaminasi pestisida dalam tubuh.
  3. Makanan Kaleng
    Hampir 70 persen pengujian kemasan makanan kaleng di AS mendeteksi adanya kandungan Bisphenol-A (BPA). Sebuah studi mengatakan bahwa kandungan Bisphenol-A dalam makanan memiliki kaitan dengan proses pubertas yang terlalu dini, yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker payudara.
  4. Salmon Ternak
    Ikan salmon dikenal sebagai ikan yang kaya akan nutrisi bagi manusia. Tapi sebaiknya Anda pun tahu bahwa salmon yang baik untuk dikonsumsi adalah salmon dari habitat asli, bukan salmon ternak. Pernyataan ini muncul ketika diketahui salmon ternak tidak mengandung vitamin D yang cukup bahkan umumnya ikan salmon ternak membawa zat kimia berbahaya yang tidak baik untuk dikonsumsi, seperti kandungan polychlorinated biphenyls atau PCB, flame retardants, dan pestisida yang berisiko memicu timbulnya kanker.

Melihat fakta tersebut ada baiknya kini kita mulai lebih selektif dalam memilih produk sehari-hari yang baik dan aman, terutama produk untuk dikonsumsi secara rutin. Kewaspadaan bisa dimulai dengan melihat komposisi dan bahan yang ada pada kemasan sebelum Anda membelinya, atau lebih baik lagi jika Anda tidak lagi mengonsumsi makanan olahan pabrik dan lebih memilih makanan organik. Memang makanan organik umumnya dilabeli dengan harga mahal namun yang perlu dipertimbangkan adalah apakah itu sebanding dengan pengeluaran pengobatan kanker bilamana kita terserang penyakit ini. Silahkan kita renungkan bersama.

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing
Indocare Citrapasific

Tags: , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.