MENU

Penanganan Kanker Stadium 4

Imunoterapi, Solusi Kanker Stadium Lanjut

August 7, 2017 Comments (0) Views: 1977 Pengobatan Kanker

Mengenal Tumor Otak dan Pemulihan Canggihnya di Indonesia

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Para praktisi medis tidak mengenal kata henti untuk menemukan solusi untuk pengobatan tumor dan kanker. Pengembangan keilmuan dan teknologi ini sangat berguna demi memperbesar angka survival rate (ketahanan hidup) pasien. Hingga saat ini perkembangan teknologi dan layanan medis untuk menemukan dan memulihkan kanker semakin maju, termasuk dalam penanganan kasus tumor otak.

Penyakit tumor otak, merupakan perkara yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berujung pada timbulnya penyakit kanker otak, jika tumor yang berkembang pada otak merupakan tumor ganas. Tumor otak yang ganas diketahui memiliki risiko penyebaran hingga tulang belakang manusia. Saat pasien terkena penyakit tumor otak, maka pasien akan merasakan beberapa gejala yang dapat terjadi, dan lokasi keberdaan tumor bersarang di otak pasien akan mempengaruhi gejala yang dialami. Berikut beberapa gejala tumor otak yang perlu Anda catat.

Gejala Tumor Otak Berdasarkan Lokasi Tumor:

1. Otak Bagian Samping:
Pasien akan merasakan kejang atau pingsan, merasa mendengar suara di dalam kepala, mengalami kesulitan dalam berbicara atau kesulitan mengingat.

2. Otak Bagian Depan:
Pasien berisiko mengalami perubahan mental dan kepribadian, kehilangan keseimbangan tubuh, serta gangguan indera penciuman dan pengelihatan.

3. Otak Bagian Belakang:
Pasien dapat merasakan gangguan penglihatan.

4. Otak Bagian Tengah:
Pasien akan lebih sulit memahami kata-kata, sulit dalam berbicara, menulis, membaca dan mengontrol gerakan tubuh. Pasien juga berisiko mengalami mati rasa pada salah satu sisi tubuh.

5. Batang Otak:
Pasien berisiko mengalami ketidakseimbangan tubuh, seperti sulit berjalan, terjadinya pelemahan otot muka. Pasien juga dapat mengalami gangguan bicara dan menelan.

6. Selaput Otak:
Tumor pada lokasi ini dapat memberi dampak seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, dan gangguan sistem gerak tubuh.

7. Otak Kecil:
Pasien yang memiliki tumor pada bagian otak kecil dapat mengalami gejala seperti kesulitan berjalan, kesulitan mengkoordinasi gerakan tubuh, sulit berbicara, mata berkedut, sering muntah, dan sensasi kaku pada leher.

Di Indonesia sendiri, kasus kejadian tumor dan kanker otak sudah mencapai angka 4.900 kasus pada tahun 2012, berdasarkan data WHO (World Health Organization). Perlu diketahui tumor otak bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia dan jenis kelamin, termasuk mereka yang masih anak-anak.

Diketahui, penyakit genetik seperti neurofibromatosis (penyakit genetik yang menyebabkan tumor tumbuh di saraf) diduga memicu risiko timbulnya tumor otak. Namun, penyebab pasti dari kasus tumor otak hingga saat ini masih belum diketahui.

Metode Terbaru Untuk Mengatasi Tumor Otak.

Kini sudah ada 4 teknologi canggih yang tergolong baru di Tanah Air yang dapat dijadikan harapan bagi para pasien untuk menangani kasus tumor otak. Keempat teknologi canggih tersebut antara lain:

1. Bedah Mikroskopik (Teknik blue ray)
dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf Rumah Sakit MRCCC Siloam, Jakarta mengatakan, bedah mikroskopik dengan teknik Blue Ray yang diadaptasi dari Jerman ini memiliki ketepatan pengangkatan sel tumor semakin tinggi sehingga dapat mengangkat tumor otak lebih banyak.

2. Terapi Radiasi RAPID ARC
Spesialis Radiologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Fielda Djuita mengatakan, melalui teknologi radiasi terapi RAPID ARC, maka penyinaran dapat dilakukan selama 4 menit saja dan dilakukan dari beragam sudut (hingga 360 sudut). Melalui keunggulan sudut penyinaran ini membuat penyinaran tumor akan lebih tepat. Dengan perlengkapan khusus, tubuh pasien akan dilindungi dari paparan sinar radiasi.

3. Metode Pemeriksaan PET – CT
dr. Basuki Hidayat, Sp.KN, ahli pengobatan teknologi nuklir dari RS MRCCC Siloam Jakarta menjelaskan, PET (Positron Emission Tomography) dapat mendeteksi aktivitas metabolik berlebihan dari sel-sel tubuh, seperti sel-sel kanker. Terapi dilengkapi dengan penanganan CT atau x-ray Computed Tomography yang berfungsi memberikan informasi anatomi. Penggabungan keduanya menjadi satu perangkat akan memberikan kelengkapan informasi yang dapat membantu dokter dalam menentukan tingkat keganasan kanker, penyebaran, dan tingkatan stadium secara lebih efektif dan akurat, membantu membedakan tumor ganas dan tumor jinak, serta menentukan lokasi biopsi dan radiasi lebih tepat dan akurat.

4. Metode bedah radiasi dengan gamma knife
dr. Lutfi Hendriansyah, MD, dokter spesialis bedah saraf Gamma Knife Center Indonesia Siloam Hospital mengatakan, penanganan tumor otak, terutama tumor berukuran kecil, dapat diatasi dengan teknologi gamma knife berbasis sinar radiasi. Metode ini tidak membutuhkan pembukaan tempurung otak, sehingga tidak ada sayatan pada kulit kepala dan tidak memerlukan bius umum. Hebatnya lagi teknologi ini memungkinkan radiasi terfokus akurat pada target (tumor) tertentu yang telah ditandai agar tidak mengenai sel sehat.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *