MENU
Kabar Hoax Seputar Kanker

Kabar Hoax Seputar Kanker

Amankah Pasien Kanker untuk Hamil Kembali?

May 24, 2017 Comments Off on Gawat Shisha, Vaporizer, dan Rokok Elektronik Tetap Berpotensi Sebabkan Kanker! Views: 257 knowledge

Gawat Shisha, Vaporizer, dan Rokok Elektronik Tetap Berpotensi Sebabkan Kanker!

Kemunculan rokok elektronik dengan berbagai istilah seperti, vape, vaporizer e-cigarette dan sebagainya berhasil menarik minat masyarakat Indonesia. Apa alasan di balik kesuksesan tersebut? Dicurigai kesuksesan tersebut didasari presepsi bahwa vaping atau rokok elektronik diklaim lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya sebanyak rokok tradisional yang dapat meningkatkan risiko kanker paru. Begitupun dengan shisha, atau yang disebut hookah merupakan gaya merokok tembakau ala Timur Tengah. Sering digunakan sebagai salah satu trend pergaulan, masyarakat merasa shisha juga lebih aman dari pada rokok karena racun tembakau sudah terserap oleh air. Lalu pertanyaannya apakah anggapan itu benar atau hanya persepsi belaka?

Padahal kenyataannya berdasarkan hasil uji lab dan publikasi beragam portal kesehatan baik shisha, rokok elektronik atau vaporizer dan sebagainya tetap memiliki risiko bahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia. Hal ini dikarenakan produk-produk tersebut ternyata mengandung bahan-bahan kimia yang sama berbahayanya dengan rokok. Ini alasan ilmiah shisha, vaporizer, dan rokok elektronik tetap berpotensi memicu penyakit kanker.

  1. Shisha:
    Seperti rokok, shisha mengandung tembakau dan kandungan beracun lain seperti nikotin, tar, karbon monoksida, arsenik, dan timah. Dibanding sebatang rokok tembakau, asap shisha mengandung arsenik dan nikel yang lebih tinggi, kandungan tar 36 kali lebih tinggi, dan karbon monoksida 15 kali lebih tinggi yang berpotensi menjadi penyebab kanker paru-paru, kanker mulut dan kanker kandung kemih.
  2. Vaporizer dan Rokok Elektronik:
    BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menyatakan rokok elektrik mengandung nikotin cair dan propilen glikol, tobacco-spesific nitrosamine, diethylene glycol, logam (partikel timah, perak, nikel, aluminium dan kromium), karbonil (karsinogen potensial: formaldehida, asetaldehida, akrolein). Berbagai kandungan tersebut dapat meningkatkan risiko kanker.

Mengingat lebih banyak negatif dari pada positifnya, sebaiknya Anda menjauhi hal-hal yang berhubungan dengan rokok, baik rokok biasa ataupun rokok elektrik. Dan bagi Anda yang ingin berhenti merokok dengan cara ”terapi” rokok elektrik sebaiknya urungkan niat tersebut, karena masih ada beberapa cara lain yang lebih sehat yang dapat Anda lakukan seperti berolahraga, rutin mengonsumsi buah dan sayur serta yang terpenting tanamkan motivasi dan niat pada diri sendiri untuk berhenti merokok.

Tags: , , , , , , , , ,

Comments are closed.