MENU

PENGOBATAN KANKER

Perlukah Berolahraga Usai Kemoterapi?

Ditinjau oleh: dr. Rony Wijaya Medical Marketing - PT. Indocare Citrapasific Salah satu cara pengobatan kanker yang umum dilakukan adalah kemoterapi. Apa sih itu? Kemoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Obat yang digunakan untuk kemoterapi biasanya menggunakan zat kimia yang kuat. Lalu apa tujuan dokter memasukkan obat kimia ke dalam tubuh pasien? Ada beberapa tujuan dilakukannya kemoterapi yaitu untuk menyembuhkan kanker secara total, sebagai pendukung pengobatan jenis lain agar semakin efektif, mengurangi risiko kanker muncul kembali usai radioterapi atau pembedahan, serta meredakan gejala kanker. Jadi kemoterapi dilakukan untuk menyembuhkan kanker? Tidak hanya itu. Kemoterapi dapat juga dilakukan untuk menangani penyakit sumsum tulang serta kelainan sistem kekebalan tubuh. Namun ternyata kemoterapi juga memiliki efek samping yang tidak sedikit bagi pasien. Berikut efek samping kemoterapi terhadap beberapa organ tubuh:
  • Otak: Gangguan ingatan, kecemasan, depresi, gangguan siklus menstruasi.
  • Rambut: Kerontokan rambut.
  • Jantung: Melemahkan otot jantung.
  • Tangan ...
    Read More

Kemoterapi Akan Membuat Tubuh Tidak Nyaman, Lawan Dengan Cara Ini!

Ditinjau oleh: dr. Rony Wijaya Medical Marketing - PT. Indocare Citrapasific Perjuangan melawan kanker memang dikenal sebagai perjuangan yang berat, namun dengan keikhlasan, ketenangan, dan optimisme pasti semua beban itu dapat terobati satu per satu. Salah satu hal yang sering kali menguras tenaga dan optimisme para pejuang kanker adalah pengobatan kemoterapi. Kemoterapi merupakan sebuah tindakan pengobatan kanker dengan menggunakan senyawa toksik yang di masukkan kedalam tubuh baik melalui suntikan atau pun oral. Senyawa toksik dalam kemoterapi memiliki sifat membunuh sel yang berkembang. Itulah sebabnya kemoterapi tidak memiliki kemampuan untuk membedakan sel kanker dan sel sehat. Dengan kematian sel sehat maka pasien akan mengalami beberapa efek samping seperti kerontokan rambut, rasa nyeri, mual, muntah, perubahan pada kulit hingga kehilangan nafsu makan. Tips menekan efek samping kemoterapi sangat beragam, bisa juga disesuaikan dengan gejala yang dirasakan pasien. Berikut beberapa diantaranya: 1. Rasa Lelah Berlebih Ketika tubuh merasa lelah dan letih setelah kemoterapi ...
Read More

5 Cara Efektif Mengurangi Efek Samping Kemoterapi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Rony Wijaya Medical Marketing - PT. Indocare Citrapasific Tidak hanya bagi penderita kanker, kata kemoterapi sudah terkenal luas di masyarakat sebagai terapi yang identik dengan sebuah penyakit yang bernama kanker. Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa kemoterapi dikenal sebagai salah satu pengobatan yang banyak menimbulkan efek samping bagi penggunanya. Efek samping yang ditimbulkan kemoterapi tidak main-main, terkadang efeknya mampu menyebabkan gangguan mental, fisik, dan penampilan yang dapat menurunkan kualitas hidup pasiennya. Padahal kualitas hidup pasien memiliki peran yang penting untuk menjaga ketahanan hidup pasien terhadap penyakit kanker yang diidapnya. Lalu apakah efek samping kemoterapi ini ada solusinya? Semua masalah tentu ada solusinya, pada kasus kemoterapi, solusi untuk menekan efek samping yang ditimbulkannya adalah dengan memperkuat imunitas tubuh. Memang diketahui pada beberapa kasus, kemoterapi bisa melemahkan imunitas tubuh akibat ikut terpaparnya sel sehat di dalam tubuh oleh zat toksik dari kemoterapi. Namun hal ini tidak berlaku jika tubuh ...
Read More

Memulihkan Kanker dengan Ganja, Perlukah Pengawasan Medis?

Ditinjau oleh: dr. Rony Wijaya Medical Marketing - PT. Indocare Citrapasific Ganja dikenal dengan beberapa nama seperti mariyuana atau Cannabis sativa. Ganja memiliki dampak atau efek negatif pada tubuh saat dikonsumsi. Salah satu efek yang paling membahayakan adalah efek halusinasi yang dapat memicu beberapa risiko perilaku menyimpang dan tidak sesuai norma pada pelakunya. Di balik simpang siur atau kontroversi penggunaan ganja dalam terapi kanker, faktanya ganja memiliki efek yang sangat berbahaya bagi tubuh.
  • Meningkatkan Risiko Kanker Mengonsumsi ganja dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker. Diketahui kandungan dalam asap ganja 70% lebih banyak dari pada asap tembakau. Jenis penyakit kanker yang mengincar para pengonsumsi ganja adalah jenis penyakit kanker testis yang menyerang organ vital pria. Hal dibuktikan melalui penelitian yang terpublikasi pada jurnal cancer[1].
  • Memiliki Dampak yang Lebih Buruk dari Rokok Ganja memiliki kandungan tar tiga kali lipat lebih tinggi daripada yang terkandung pada rokok. Menghirup tar akan memicu ...
    Read More

on March 3 | by

Comments are closed.