MENU

Penderita Kanker yang Hamil Bolehkah di Kemoterapi?

Pelajaran Hidup dari Gadis Pengidap Kanker yang Mengikuti Ajang...

September 4, 2017 Comments Off on Obesitas Cikal Bakal Kasus Kanker Views: 505 Psikis dan Mental

Obesitas Cikal Bakal Kasus Kanker

Beberapa dekade terakhir ini prevalensi obesitas terus meningkat. Data dari World Health Organization (WHO) memperlihatkan kejadian obesitas di dunia menjadi dua kali lipat sejak tahun 1980; pada tahun 2014 lebih dari 1,9 milyar orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas menderita kelebihan berat badan. 600 juta di antaranya termasuk kelompok obes. Obesitas saat ini tidak hanya dialami oleh orang dewasa namun juga anak-anak. Pada tahun 2014, terdapat 41 juta anak-anak di bawah usia 5 tahun termasuk golongan overweight atau obes.1 Penilaian obesitas umumnya dilakukan dengan indeks massa tubuh (IMT) yaitu dengan mengukur berat badan (kg) terhadap tinggi badan (m2). Seseorang dikatakan obes bila IMT ≥30 kg/m2 dan overweight ≥25 kg/m2. Khusus untuk populasi Asia Pasifik, batasannya lebih rendah yaitu obes bila IMT ≥25 kg/m2 dan overweight ≥23 kg/m2. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian menunjukkan risiko penyakit akibat obesitas lebih tinggi pada IMT yang lebih rendah.2

Obesitas telah dikenal berhubungan berbagai penyakit metabolik kronik seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit jantung koroner, dan osteoporosis. Selain itu, obesitas juga berhubungan erat dengan peningkatkan risiko kanker. Sekitar 20% dari semua kanker disebabkan oleh kelebihan berat badan. Pada tahun 2002 International Agency for Research into Cancer (IARC) yang merupakan bagian dari WHO yang khusus menangani kanker, menyimpulkan ada hubungan kuat antara obesitas dan lima jenis kanker yaitu kanker kolorektal (kolon dan rektum), esofagus, ginjal, kanker payudara pada wanita post  menopause, dan endometrium uterus.3 Akan tetapi pada tahun 2016, IARC kembali mengeluarkan pernyataan, dari berbagai penelitian pada orang dewasa disimpulkan bahwa ada bukti yang cukup bahwa dengan mengurangi kelebihan lemak tubuh akan menurunkan risiko kanker lambung, hati, kandung empedu, pankreas, ovarium, tiroid, meningioma, dan multiple myeloma. Tidak hanya itu, kelebihan lemak pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda (sampai usia 25 tahun) berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolon dan hati saat dewasa nanti.4

Obesitas juga berhubungan dengan meningkatnya angka kematian baik akibat kanker atau penyakit lainnya. Setiap kenaikan IMT sebesar 5 kg/m2 akan meningkatkan risiko kematian akibat kanker sebesar 10% dan kematian akibat penyakit lainnya sebesar 30%. Tidak hanya IMT, penumpukan lemak di daerah perut juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker khususnya kanker kolorektal dan endometrium.5

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Next »

Tags: , , , , , , , , ,

Comments are closed.