MENU

Mitos Seputar Kemoterapi yang Terpatahkan – Bagian 1

Tertawa Membantu Anda Melawan Kanker

April 14, 2016 Comments Off on Mitos Seputar Kemoterapi yang Terpatahkan – Bagian 2 Views: 946 Artikel Kesehatan

Mitos Seputar Kemoterapi yang Terpatahkan – Bagian 2

Kemoterapi sering dikaitkan dengan pengobatan kanker yang terkesan menakutkan. Seiring berkembangnya teknologi kedokteran saat ini, pengobatan kemoterapi pun ikut mengalami perkembangan dan menjadi tidak seburuk yang Anda kira. Bahkan perkembangan itu sekaligus mematahkan mitos-mitos yang ada. Berikut ini adalah lanjutan mitos-mitos seputar kemoterapi yang terpatahkan (bagian 1) dan fakta yang perlu Anda ketahui, dilansir dari Prevention.

Mitos 3 – Kemoterapi Membuat Berat Badan Anda Menurun
Menurut Don S. Dizon, MD dari Massachusetts General Hospital Cancer Center, meski pasien akan mengalami mual, muntah, dan diare yang dapat menyebabkan penurunan berat badan cukup drastis, beberapa pasien kemoterapi justru mengalami peningkatan berat badan setelah melakukan tindakan ‘counter’.

Tindakan ‘counter’ tersebut dilakukan dengan mengonsumsi obat golongan steroid yang dapat membuat berbagai efek samping kemoterapi tidak terlalu parah sekaligus meningkatkan nafsu makan dan mencegah pengeluaran cairan dari dalam tubuh. Dengan begitu, pasien justru berpeluang mengalami peningkatan berat badan.

Mitos 4 – Kemoterapi Memaksa Anda Berbaring di Atas Kasur Hingga Berbulan-bulan
Mitos ini terbukti salah, karena para dokter justru menganjurkan agar pasien kemoterapi melakukan olahraga semampunya untuk mengurangi efek samping pengobatan kanker ini. Menurut Dizon, salah satu cara terbaik untuk mengobati efek samping kemoterapi, seperti perubahan mood dan kelelahan, adalah dengan melakukan jalan kaki ringan atau latihan lain.

Namun sebelum melakukannya, pasien juga perlu mempertimbangkan apakah olahraga tertentu aman dan sesuai dengan kemampuan fisiknya. Biasanya pasien kemoterapi mampu berjalan 20 hingga 30 menit. Pasien juga dianjurkan untuk menaikkan porsi latihannya secara perlahan, demi mempercepat hilangnya efek samping kemoterapi.

Mitos 5 – Kemoterapi Itu Menyakitkan
Sebagian besar proses kemoterapi dilakukan dengan memasukkan cairan obat melalui jarum infus. Banyak orang mengira penyuntikan obat ini akan terasa begitu sakit. Padahal, kemoterapi tidak lebih menyakitkan dari tes kolesterol yang menyedot darah. Maksimal, kemoterapi mungkin menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada kaki dan tangan, atau nyeri pada tulang. Kemungkinan itu pun sudah sepaket dengan solusinya. Pasien hanya tinggal menyampaikan keluhan  yang dirasa, selanjutnya dokter akan memberikan penanganan.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.