MENU

Catat! Herbal-Herbal Ini Mampu Membantu Pemulihan Kanker

Buah-Buahan yang Membantu Melawan Kanker

February 16, 2017 Comments (0) Views: 550 Artikel Kesehatan, knowledge, lifestyle

Mitos dan Fakta Kanker Paru-Paru yang Perlu Anda Ketahui

Kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang mempunyai tingkat kejadian yang tinggi. Berdasarkan studi Ancuceanu and Victoria tahun 2004, tingkat kejadian kanker paru-paru pada pria sebesar 17% (peringkat kedua setelah kanker prostat) dan 19% pada wanita (peringkat ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal).

Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab kematian utama kaum pria dan lebih dari 70% kasus kanker paru-paru terdiagnosis pada stadium lanjut (data tahun 2006). Rokok merupakan pemicu terbesar kanker paru-paru, namun ternyata ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan penyakit ini, bahkan bedak tabur diisukan dapat menyebabkan kanker paru-paru. Namun benarkah pernyataan tersebut? Atau hanya mitos belaka?

Berikut ulasan seputar mitos dan fakta kanker paru-paru yang dikutip dari situs harian online kompas (Kamis, 19/5/2016):

Mitos: Berhenti merokok tidak dapat memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.
Fakta: Berhenti merokok akan secara signifikan memperbaiki sirkulasi dan fungsi paru-paru. Bahkan risiko kanker paru-paru mulai menurun dari waktu ke waktu. Sepuluh tahun setelah berhenti merokok, risiko kanker akan turun hingga 50%.

Mitos: Rokok rendah tar dan nikotin lebih aman dari rokok biasa.
Fakta: Rokok dengan label rendah tar dan nikotin sama berbahayanya dengan rokok biasa. Berhati-hatilah juga dengan rokok mentol. Beberapa penelitian menunjukkan, bahwa rokok mentol mungkin lebih berbahaya dan pecandunya lebih sulit berhenti.

Mitos: Merokok ganja tidak meningkatkan risiko kanker paru-paru.
Fakta: Rokok ganja dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan. Terdapat beberapa bukti bahwa kombinasi merokok tembakau dan ganja dapat meningkatkan risiko untuk terserang kanker paru-paru.

Mitos: Pipa dan cerutu tidak menyebabkan kanker paru-paru.
Fakta: Merokok dengan pipa dan cerutu tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru tetapi juga risiko kanker mulut, tenggorokan, dan esofagus.

Mitos: Jika sudah divonis kanker paru berarti tak ada gunanya berhenti merokok.
Fakta: Terus merokok akan mengurangi efektivitas pengobatan kanker dan dapat menyebabkan efek samping yang lebih buruk. Perokok yang menjalani operasi/pembedahan, misalnya, lebih sulit sembuh daripada mantan perokok.

Mitos: Hanya rokok yang menyebabkan kanker paru-paru.
Fakta: Penyebab kedua kanker paru-paru, setelah asap tembakau, adalah gas radioaktif tidak berbau yang disebut radon. Radon dipancarkan dari batu dan tanah dan bisa meresap ke dalam rumah dan bangunan lainnya.

Mitos: Bedak tabur menyebabkan kanker paru-paru.
Fakta: Para peneliti tidak menemukan hubungan antara kanker paru-paru dengan bedak meski bedak itu terhirup oleh pernapasan kita. Namun, pajanan asbes, arsenik, dan zat kimia berbahaya lainnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *