MENU

Penyebab Kanker Hati

Jenis Kanker Ini Bisa Dicegah dengan Kopi

October 19, 2016 Comments (0) Views: 549 Artikel Kesehatan, knowledge

Kandungan dalam Kotoran Kucing Bisa Mengobati Kanker, Benarkah?

Mungkinkah kotoran kucing bisa dimanfaatkan sebagai obat kanker? Pertanyaan ini tentu terkesan aneh dan terlalu mengada-ada. Bagaimana bisa kotoran kucing yang menjijikan dan mengandung zat toksik (racun) dimanfaatkan untuk pengobatan kanker. Namun percaya atau tidak, sebuah penelitian terbaru mengungkap adanya kemungkinan bahwa kotoran kucing menyimpan zat yang bisa mengobati kanker.

Kemungkinan tersebut dikemukakan oleh David J. Bzik, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi dari Geisel School of Medicine, Amerika Serikat. Bersama rekan-rekannya, Bzik menemukan adanya sel parasit dalam kotoran kucing yang bisa ‘diperalat’ untuk menyerang sel kanker dalam tubuh, sel parasit tersebut bernama Toksoplasma Gondii, jenis parasit yang hidup di usus kucing. Parasit ini umumnya bisa masuk ke tubuh dan menginfeksi hewan maupun manusia.

Sel parasit Toksoplasma gondii ‘diperalat’ dengan memasukannya ke tubuh untuk menginfeksi tubuh. Saat Toksoplasma mulai menginfeksi, sistem kekebalan tubuh akan meresponnya dengan melepaskan sel-sel yang disebut sel T CD8+. Sel inilah yang dapat melawan kanker sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh.

Dengan mengunakan parasit Toksoplasma yang sudah direkayasa secara genetik agar tidak dapat memperbanyak diri dan menginfeksi lebih lanjut inangnya, para peneliti mengujinya pada hewan mencit yang terjangkit kanker kulit melanoma dan mencit lainnya yang terjangkit kanker ovarium paling ganas. Sejauh ini mereka menemukan adanya penyusutan tumor pada mencit dengan kanker kulit melanoma hingga ukuran yang tak terdeteksi, dan meningkatkan peluang mencit dengan kanker ovarium paling ganas untuk bertahan hidup.

Namun seperti yang dilansir dari Merdeka, selama ini parasit tersebut diketahui bisa menyebabkan penyakit yang bernama toksoplasmosis. Ketika masuk ke tubuh manusia, Toksoplasma Gondii akan langsung memperbanyak diri  dan menyebabkan gejala yang mirip dengan flu. Jika orang tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka mereka bisa mengalami gangguan pada organ penting seperti otak, mata, dan lainnya.

Untuk mengatasi hal itu, peneliti membuat mutan dari Toksoplasma Gondii yang tidak bisa memperbanyak diri, yang mereka sebut dengan nama CPS. Dengan begitu, parasit tersebut diharapkan akan aman untuk digunakan sebagai vaksin kanker.

Para peneliti masih membutuhkan banyak penelitian lanjutan sebelum pengobatan kanker berbasis Toksoplasma bisa benar-benar digunakan secara aman. Hingga saat ini penelitian masih dilanjutkan dengan pengujian pada manusia untuk memastikan hal tersebut, sebab penggunaan parasit Toksoplasma gondii ini bukan tanpa risiko sama sekali. Jika risiko itu bisa dihindarkan atau diminimalisasi, maka bukan tidak mungkin kotoran kucing bisa menjadi komoditas yang dilirik industri farmasi.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *