MENU

Ini Peran Vitamin C Bagi Pasien Kanker

June 15, 2017 Comments Off on Pekerja Shift Malam Lebih Berpotensi Kanker Views: 1580 Vitamin

Pekerja Shift Malam Lebih Berpotensi Kanker

Bekerja adalah keharusan bagi setiap orang untuk mampu memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarga yang dicintai, namun bekerja hingga larut malam (lembur) atau memilih shift kerja malam adalah pilihan hidup masing-masing individu. Sangat dimaklumi, terkadang saat bekerja memang kita seringkali lupa dengan waktu demi mengejar target yang harus dicapai ataupun deadline pekerjaan yang pendek. Hal lain lagi bagi mereka yang memilih profesi tertentu sehingga mengharuskan mereka bekerja di waktu malam. Tapi tahukah Anda bahwa rutinitas seperti itu dapat meningkatkan potensi penyakit kronik yang mengancam kesehatan, seperti kanker bila dilakukan secara menahun?

Memutar waktu kerja normal (siang hari) dipercayai peneliti dapat menimbulkan masalah kesehatan. Kepercayaan ini bukan timbul dari asumsi belaka namun berdasarkan penelitian. Penelitian dari World Health Organization yang melibatkan 121,700 perawat (bekerja malam) menyimpulkan bahwa bekerja pada shift malam yang terlalu sering dapat dikategorikan sebagai perilaku yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Simpulan ini diambil berdasarkan data yang menunjukan bahwa para pekerja malam memiliki peningkatan risiko kanker paru hingga 15% bila melakukan rutinitas ini selama 15 tahun atau lebih. Sedangkan berdasarkan hasil riset American Cancer Society ditemukan bahwa, wanita yang bekerja larut malam atau mengambil waktu kerja malam lebih berisiko terkena kanker kolorektal dan kanker payudara. Tidak hanya pada wanita, nyatanya pria yang bekerja di malam hari juga memiliki potensi terkena infeksi kanker prostat tiga kali lebih besar dari pada mereka yang bekerja pada waktu normal (siang hari).

Lalu apa alasan kemunculan masalah gangguan kesehatan ini pada para pekerja malam? Berdasarkan penelitian para peneliti diketahui bahwa para pekerja malam cenderung mengalami perubahan irama sirkadian (siklus bangun-tidur) yang drastis dimana perubahan pola tidur ini dapat menganggu sistem kerja 2 gen penting dalam tubuh yakni Bmal1 dan Per2.

* Sebagai catatan, Bmal1 adalah gen yang mengaktivasi gen Per2. Sedangkan gen Per2 memiliki fungsi untuk mengatur irama sirkadian termasuk perkembangan dan metabolisme sel.

Para peneliti mencatat bahwa pengodean gen ini biasanya berfluktuasi sepanjang hari, namun fluktuasi ini dapat bermasalah jika siklus terang dan gelap terganggu (perputaran pola hidup). “Hal ini dikarenakan sel membutuhkan isyarat cahaya, seperti tombol reset untuk jam. Bila Anda kehilangan isyarat itu, Anda kehilangan irama normal di setiap sel tubuh Anda”, ujar Papagiannakopoulos, MIT’s Koch Institute for Integrative Cancer Research.

Lebih jauh tim peneliti menjelaskan bahwa ketika gen ini terganggu, maka c-myc akan terbentuk, dan memicu peningkatan metabolisme, pertumbuhan, dan pembelahan sel. Hal inilah yang bisa memicu tingkat perkembangan sel kanker menjadi lebih besar.

Di luar hasil penelitian tersebut, kecurigaan atas peningkatan risiko kanker yang turut disorot para peneliti adalah faktor perilaku dan lifestyle yang biasa dilakukan oleh para pekerja malam. Lisa Wilde ketua peneliti Breast Cancer Campaign mencurigai bahwa para pekerja malam cenderung lebih berisiko kanker karena menjalani pola hidup yang kurang sehat, seperti kurang melakukan aktivitas fisik (berolahraga) dan menjalankan pola diet (pola makan dan minum) yang buruk.

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing
Indocare Citrapasific

Tags: , , , , , , , ,

Comments are closed.