MENU

Kerabat Terdiagnosis Kanker, Begini Cara Menyampaikannya

May 3, 2017 Comments Off on Gangguan Mental yang Berpotensi Muncul pada Penderita Kanker Views: 2689 Psikis dan Mental

Gangguan Mental yang Berpotensi Muncul pada Penderita Kanker

Mendengar vonis terdiagnosis kanker dari dokter pasti menjadi kabar buruk yang paling kita hindari. Sejak puluhan tahun, kanker menjadi perhatian bagi semua pekerja kesehatan, baik sektor formal maupun informal, baik medis, paramedis, industri farmasi, teknologi kesehatan, dan seluruh pemerhati kanker di dunia. Di seluruh dunia, kasus kanker yang terdiagnosis tidak kurang dari 13 juta kasus dengan angka kematian mencapai 63% per tahunnya. Ini belum termasuk banyaknya kasus yang tidak terdeteksi pada negara-negara miskin dan berkembang. Yang sangat disayangkan adalah, keterlambatan diagnosis menyumbang angka kematian yang sangat besar.

Di kota-kota besar seperti di Jakarta, tentu istilah penyakit kanker bukan lagi hal yang baru. Namun mendapati diri sendiri terdiagnosis kanker tetap menjadi pukulan yang berat. Bukan hanya dari penyakit yang dideritanya, tetapi juga dari berbagai pemeriksaan dan pengobatan seperti pembedahan, radiasi, dan kemoterapi yang menjadi momok bagi semua pasien-pasien kanker. Hal-hal tersebut berpotensi menyebabkan beberapa gangguan mental yang mungkin bisa muncul akibat diagnosis dan pengobatan kanker. Berikut beberapa diantaranya:

  • Reaksi stres akut, dapat terjadi saat mendapati dirinya terkena kanker namun ia belum siap menerimanya. Gejalanya antara lain: kecemasan luar biasa, napas pendek atau napas terasa berat, jantung berdebar-debar, pusing dan mual, seluruh tubuh terasa lemas, sakit kepala, bahkan penderita tidak bisa merasakan emosi apa-apa. Gejala ini berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.
  • Gangguan stres pasca trauma, biasanya mengikuti gejala reaksi stres akut, jika tidak ditangani dengan optimal. Pasien menjadi mudah cemas dan panik, terutama jika terpapar dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan pencetus stres awal. Misalnya pasien menjadi takut bertemu dokter, takut pergi ke rumah sakit, bahkan mendengar kata-kata pencetus seperti kata “sakit”, “obat”, “kanker” atau “meninggal”, bisa mencetuskan gejala-gejala cemas dan panik yang berlebihan.
  • Gangguan penyesuaian, pada tahap awal setelah seseorang terdiagnosis kanker, ia akan berusaha beradaptasi dengan status barunya. Jika seseorang mengalami kesulitan dalam proses penyesuaian diri baik terhadap penyakit maupun pengobatannya, maka ia mengalami gangguan berupa kecemasan dan depresi, atau kombinasi keduanya.
  • Gangguan cemas dan panik, terjadi pada mereka yang memang memiliki sifat mudah cemas. Biasanya penderita akan bertambah tingkat kecemasannya terhadap segala sesuatu terutama saat mendengar kata yang berhubungan dengan penyakit, kanker, dan kematian. Gejala-gejala cemas yang berlebihan atau panik munculnya bisa tiba-tiba bahkan tanpa pencetus, dan berlangsung selama beberapa menit, berjam-jam hingga seharian.
  • Depresi, terjadi jika pasien merasa putus asa dengan penyakitnya, baik akibat gejala penyakit atau proses pengobatan yang lama dan melelahkan. Pada tahap ini, pasien akan dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif yang terus-menerus muncul baik mengenai penyakitnya maupun kehidupannya. Gangguan depresi seringkali bukan hanya terbatas pada masalah penyakit dan pengobatannya saja, tapi hampir menyangkut seluruh aspek kehidupan orang tersebut karena ia akan melihat keseluruhan dunianya dari sudut pandang yang sama sekali berbeda. Ia akan merasa minder bertemu orang-orang, seringkali kehilangan minat terhadap semua hal, cepat lelah, sering menyalahkan diri sendiri atau orang lain jika muncul masalah, perasaannya menjadi sangat sensitif. Jika keadaan ini tidak ditangani dengan bijak, penderita pada umumnya akan menolak semua tawaran pengobatan terhadap dirinya atau tidak patuh mengikuti pengobatan yang sedang ia jalani. Depresi juga sangat rentan muncul pada penderita yang sel-sel kankernya muncul kembali setelah sebelumnya ia sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya.

Gangguan mental lainnya yang juga sering terjadi pada seseorang dengan kanker adalah gangguan tidur yang terjadi baik akibat cemas dengan kondisinya, ketidaknyamanan akibat gejala yang muncul, atau akibat pengobatan.

Ditulis oleh: dr. Luky Thiehunan

Tags: , , , ,

Comments are closed.