MENU

Waspada, Inilah Penyebab Tingginya Risiko Kanker Payudara

Cara Mendeteksi Kanker Usus Besar Lewat Tinja

June 24, 2016 Comments Off on Jenis Kanker Ini Cukup Langka, Namun Banyak Menyerang Orang Indonesia Views: 2440 Artikel Kesehatan

Jenis Kanker Ini Cukup Langka, Namun Banyak Menyerang Orang Indonesia

Jenis kanker apa yang Anda ketahui? Apakah kanker payudara, kanker paru-paru, atau kanker prostat? Dari banyaknya jenis kanker yang ada, mungkin hanya segelintir jenis yang terlintas di pikiran kebanyakan orang. Jenis kanker itu biasanya memiliki statistik penderita yang tinggi, atau dengan kata lain paling banyak diderita orang. Namun siapa sangka, ada jenis kanker yang juga perlu Anda ketahui dan waspadai meskipun jenis ini jarang didengar. Kanker ini memiliki statistik penderita yang tidak kalah tinggi namun tidak banyak dikenal, namanya kanker nasofaring.

Apa Itu Kanker Nasofaring?
Kanker nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang terdapat pada bagian di antara kepala dan leher, tepatnya di atas tenggorokan, dan di belakang hidung. Daerah ini disebut nasofaring. Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker nasofaring ini, namun kanker ini memiliki hubungan kuat dengan dengan virus Epstein-Barr (EBV). Menurut Spesialis Onkologi yang dikutip dari Kompas Health, kanker nasofaring banyak menyerang laki-laki berusia muda antara 5 hingga 26 tahun, juga pada usia lanjut 65-79 tahun.

Meskipun terdengar langka, jenis kanker ini ternyata menempati posisi keempat kanker terbanyak di Indonesia dengan prevalensi 4-9 penderita per 100.000 orang. Lalu berdasarkan riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2012, Indonesia berada di posisi ketiga pada jumlah kasus kanker nasofaring terbanyak. Setiap tahunnya diperkirakan ada sekitar 500 kasus baru kanker nasofaring di beberapa rumah sakit besar di Indonesia.

Gejala Kanker Nasofaring
Gejala atau ciri-ciri kanker nasofaring sangat sulit dideteksi secara spesifik. Hampir semua gejalanya meliputi gangguan pada organ di bagian kepala atau leher. Berikut ini gejala kanker nasofaring yang dikutip dari WebMD:

  • Pandangan kabur atau ganda
  • Kesulitan berbicara, termasuk suara serak
  • Infeksi telinga yang terus menerus
  • Nyeri wajah atau mati rasa
  • Sakit kepala
  • Gangguan pendengaran, dering di telinga, atau rasa penuh di telinga
  • Benjolan di leher atau hidung
  • Mimisan
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan

Penanganan Kanker Nasofaring
Melihat prevalensinya di Indonesia, jenis kanker ini nampaknya perlu ditangani lebih serius. Hingga saat ini beberapa pihak telah melakukan upaya untuk menghambat perkembangan kanker nasofaring, mulai dari penemuan alat deteksi dini, hingga pengembangan teknologi radioterapi. Salah satu upayanya dilakukan oleh Dewi Kartika Paramita, M.Si., Ph.D., peneliti dari Universitas Gajah Mada. Dewi menciptakan sebuah alat pendeteksi kanker nasofaring bernama IgG-NPC Strip. Alat ini dapat mendeteksi kanker nasofaring stadium awal dengan biaya yang jauh lebih murah sehingga mendorong masyarakat agar mau melakukan deteksi dini kanker nasofaring. Hngga saat ini, IgG-NPC Strip masih dalam tahap pendaftaran oleh Kementerian Kesehatan.

Selain itu menurut dokter dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Cita Herawati, kini vaksin kanker nasofaring tengah dikembangkan. Vaksin ini akan melindungi tubuh dari serangan virus Epstein-Bar yang merupakan penyebab utama kanker nasofaring. Lalu dilansir dari Kompas Health, ada pula teknologi radioterapi tiga dimensi yang memusatkan radiasi di sel kanker sehingga tidak terkena sel sehat.

Cara Mencegah Kanker Nasofaring
Hal mendasar untuk mencegah kanker nasofaring (dan juga kanker pada umumnya) adalah deteksi dini. Sebab, gejala kanker nasofaring sulit dideteksi secara spesifik. Beberapa gejalanya bahkan sama dengan penyakit lain seperti sinusitis atau darah tinggi. Jika tidak dideteksi dini, maka mungkin orang akan mengira gejala yang mereka alami adalah penyakit selain kanker.

Lakukan juga perubahan pola hidup seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur, menghindari ikan dan daging berpengawet garam, menghindari rokok, serta berhenti meminum minuman beralkohol.

Sumber: Kompas Health | WebMD

Tags: , , ,

Comments are closed.