MENU

Kontroversi Penggunaan Ganja untuk Terapi Kanker

5 Cara Efektif Mengurangi Efek Samping Kemoterapi yang Bisa...

August 16, 2017 Comments (0) Views: 235 lifestyle, Terapi Kanker

Memulihkan Kanker dengan Ganja, Perlukah Pengawasan Medis?

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Ganja dikenal dengan beberapa nama seperti mariyuana atau Cannabis sativa. Ganja memiliki dampak atau efek negatif pada tubuh saat dikonsumsi. Salah satu efek yang paling membahayakan adalah efek halusinasi yang dapat memicu beberapa risiko perilaku menyimpang dan tidak sesuai norma pada pelakunya.
Di balik simpang siur atau kontroversi penggunaan ganja dalam terapi kanker, faktanya ganja memiliki efek yang sangat berbahaya bagi tubuh.

  • Meningkatkan Risiko Kanker
    Mengonsumsi ganja dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker. Diketahui kandungan dalam asap ganja 70% lebih banyak dari pada asap tembakau. Jenis penyakit kanker yang mengincar para pengonsumsi ganja adalah jenis penyakit kanker testis yang menyerang organ vital pria. Hal dibuktikan melalui penelitian yang terpublikasi pada jurnal cancer[1].
  • Memiliki Dampak yang Lebih Buruk dari Rokok
    Ganja memiliki kandungan tar tiga kali lipat lebih tinggi daripada yang terkandung pada rokok. Menghirup tar akan memicu beberapa risiko komplikasi pada tubuh terutama pada bagian paru-paru, diketahui menghirup asap ganja bisa menyebabkan sesak napas kronis walau orang tersebut tidak memiliki riwayat asma[1].
  • Berisiko Sebabkan Gangguan Otak dan Mental
    Senyawa pada ganja memiliki kemampuan untuk merusak sel dan jaringan saraf pada otak. Dengan semakin banyaknya kerusakan tersebut maka semakin menurunlah fungsi dan kualitas otak yang akan berpengaruh pada penurunan kualitas kognitif, daya ingat, dan konsentrasi. Tidak hanya itu, efek negatif ganja juga mampu menyebabkan depresi, serangan kecemasan, dan rasa panik[1].
  • Mengganggu Sistem Reproduksi Pria dan Wanita
    Berdasarkan penelitian diketahui bahwa mengonsumsi ganja dapat menurunkan tingkat kesuburan pria yakni dengan merusak kualitas dan kuantitas sperma. Tidak hanya pria, ganja juga sangat buruk bagi wanita karena bisa memperlambat tumbuh kembang janin dan meningkatkan risiko leukemia (kanker darah) pada janin[1].
  • Menggangu Sistem Imunitas Tubuh
    Konsumsi ganja diketahui mampu menghambat aktivitas sel T dalam tubuh yang menyebabkan imunitas tubuh melemah. Lemahnya imunitas tubuh membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit dan infeksi serta mengalami proses pemulihan yang lebih lama saat terserang penyakit[2].

Melihat banyaknya dampak negatif yang disebabkan oleh ganja, membuat pengobatan kanker dengan menggunakan ganja sebagai alternatif pengobatan masih tidak boleh dilakukan, apalagi tanpa pengawasan dokter. Salah satu alasan lain mengapa ganja belum diperbolehkan sebagai terapi kanker menurut Pakar Farmakologi Universitas Sriwijaya, Prof.DR.Dr.H.MT. Kamaludin,M.Sc.,SpFK adalah karena penggunaan ganja sebagai pengobatan kanker ini masih dalam tahap pengujian dan penelitian saja sehingga belum ada produk resmi ataupun pernyataan resmi bahwa ganja sudah teruji mampu mengobati kanker, baik dari peneliti lokal ataupun internasional.

Note: Artikel ini dibuat dan disusun berdasarkan literatur dan karya-karya tulis lain dan hanya dimaksudkan sebagai informasi atau pengetahuan populer bukan sebagai rujukan penggunaan zat tertentu sebagai terapi.

Referensi:[1] The Adverse Effects of Marijuana (for healthcare professionals). Retrieved August 8, 2017, from https://www.csam-asam.org/: http://www.csam-asam.org/adverse-effects-marijuana-healthcare-professionals

[2]Tashkin, D. P., G. C. Baldwin, et al. (2002). “Respiratory and Immunologic Consequences of Marijuana Smoking.”

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *