MENU

Mengenal Tumor Otak dan Pemulihan Canggihnya di Indonesia

August 9, 2017 Comments (0) Views: 3857 Pengobatan Kanker

Imunoterapi, Solusi Kanker Stadium Lanjut

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Sulit dipulihkan dan berbahaya itulah kata yang paling identik dengan penyakit kanker. Berdasarkan dua kata ini pula lah, para praktisi kesehatan berlomba-lomba meneliti dan berinovasi untuk menemukan solusi pemulihan kanker. Solusi pemulihan kanker yang utama dapat dilakukan dengan dua cara, operasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi. Namun apakah dengan dua penanganan tersebut masalah kanker selesai? Nyatanya tidak, karena kedua cara ini hanya bekerja lebih efektif pada kanker stadium awal saja dan itupun kanker masih dapat tumbuh dan berkembang (menyebar) apabila sang pasien tidak menjaga kualitas hidupnya dengan baik, seperti menjaga asupan makanan, rajin berolahraga, menghindari paparan radikal bebas dan polusi. Hal ini sangat perlu untuk dilakukan, karena dengan menjaga pola dan kualitas hidup seperti yang disebutkan diatas maka kunci perlawanan terhadap kanker akan diaktivasi yakni sistem imunitas tubuh.

Imunitas diketahui memegang peran yang sangat penting dalam kasus penyakit kanker, karena mayoritas praktisi kesehatan sudah mengakui bahwa imunitas adalah benteng dan perlawanan pertama dari penyakit kanker oleh tubuh. Didasari oleh fakta inilah para peneliti memulai sebuah terobosan terapi pemulihan kanker yang diberi nama imunoterapi. Imunoterapi atau immune checkpoint inhibitors merupakan salah satu alternatif pengobatan dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh. Pengobatan ini dibuat agar tidak terjadi interaksi antara sel T milik sistem imun dan tumor. Melalui imunoterapi, interaksi tersebut dapat diblok (dihambat) sehingga sel T bisa mendeteksi sel-sel kanker dan membasminya.

Alasan mendasar lain mengapa imunoterapi dikembangkan adalah akibat kurang efektifnya kemoterapi pada pasien kanker terutama mereka yang sudah mencapai stadium lanjut. Perlu digarisbawahi bahwa peran imunoterapi tidak pernah menggantikan kemoterapi, karena keduanya memiliki efek yang saling melengkapi satu sama lain. Kemoterapi merupakan sebuah obat yang digunakan untuk menghancurkan dan menghambat sel kanker untuk tumbuh dan berkembang, dalam beberapa kasus kemoterapi dapat menyusutkan ukuran tumor. Namun kemoterapi memiliki kekurangan yakni ikut terserangnya sel yang sehat dalam tubuh, karena kemoterapi belum memiliki kemampuan untuk menyerang sel kanker secara selektif sehingga timbullah efek samping yang tidak diinginkan oleh pasien. Sebut saja, kerontokan rambut, mual, nyeri, muntah-muntah, semua makanan terasa pahit, dan lain sebagainya. Akibat dari kondisi ini adalah terjadinya degradasi kualitas hidup pasien sehingga imunitasnya berpotensi menurun.

Penurunan imunitas inilah yang coba ditutupi oleh metode pemulihan imunoterapi sekaligus membantu perlawanan kanker secara lebih natural. Secara medis imunoterapi dapat dilakukan dengan menggunakan pengobatan dengan beberapa metode, antara lain:

1. Menggunakan Antibodi
Para ilmuwan telah mengembangkan antibodi yaitu protein yang dapat mengikat antigen, kemudian memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sel yang mempunyai antigen tersebut, seperti pada sel kanker. Salah satunya Herceptin yang merupakan antibodi monoklonal untuk mengikat antigen HER-2 (human epidermal growth factor receptor-2) yang ditemukan pada sel kanker payudara.

2. Menggunakan Virus
Beberapa virus dapat diubah di laboratorium sehingga dapat menginfeksi dan membunuh sel kanker, yang disebut oncolytic viruses. Virus dapat membunuh sel kanker secara langsung dan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sel kanker.

Selain itu beberapa penelitian yang telah terpublikasi secara internasional turut menyatakan adanya beberapa herbal yang sudah teruji mampu meningkatkan imunitas tubuh. Herbal yang sering diuji potensinya untuk melawan kanker adalah jamur Maitake.

Terapi Pendamping Kanker dari Jamur Maitake

Jamur Maitake, merupakan jamur asal negeri Jepang. Ditanah kelahirannya jamur ini diberikan beragam nama, yang paling terkenal adalah King of Mushroom (Raja Jamur). Bukan tanpa sebab, nama ini diberikan berkat ukuran jamur ini yang luar biasa besar dan harganya yang saat mahal di masa shogunate Jepang. Wajar saja, karena jamur ini umumnya hanya dimakan oleh para shogun jepang untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh mereka.

Belajar dari masa lalu, para peneliti Jepang pun antusias untuk mengungkap kebenaran dan khasiat sesungguhnya yang terpendam dalam jamur Maitake. Para peneliti pun menemukan bahwa ekstrak jamur maitake merupakan salah satu herbal yang dapat berperan aktif sebagai terapi pendamping pemulihan kanker. Rekomendasi ini diberikan setelah adanya serangkaian pengujian terhadap ekstrak jamur maitake. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa maitake memiliki senyawa aktif 1,6 Beta-Glucan dengan rantai cabang 1,3 Beta-Glucan yang menunjukkan aktivitas antikanker yang kuat dengan meningkatkan aktivitas sel kekebalan yang kompeten. Senyawa aktif yang ditemukan dalam kandungan D-Fraction jamur maitake ini dipercaya oleh peneliti memiliki peran sebagai terapi pendamping pemulihan kanker dalam mengurangi efek samping kemoterapi seperti kerontokan rambut, rasa mual, pusing, nyeri, dan sebagainya yang dialami pasien kanker, sehingga kualitas hidup pasien kanker dapat lebih terjaga optimal. Tidak berhenti sampai di situ, peneliti juga menyimpulkan, bahwa maitake mampu meredam agresivitas penyebaran sel kanker dan mampu bekerja secara sinergis dengan kemoterapi untuk melawan sel kanker.

Hasil studi ini sudah sudah dipublikasi dan diakui secara internasional. Untuk melihat hasil uji silahkan kunjungi database jurnal kami pada link berikut: http://lawankanker.org/studi-klinis/

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *