MENU

Aksi Donor Darah Hindarkan Diri Dari Kanker

Kontroversi Penggunaan Ganja untuk Terapi Kanker

August 2, 2017 Comments (0) Views: 1719 Artikel Kesehatan, lifestyle, makanan, nutrisi

Adakah Risiko Kanker pada Ikan Laut?

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Pasien kanker membutuhkan asupan nutrisi yang tidak berbeda dari orang normal pada umumnya, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, air, dan lain sebagainya. Namun yang perlu diperhatikan secara khusus bagi mereka yang sudah terdiagnosis kanker adalah darimana dan bagimana proses pengolahan makanan yang disajikan tersebut. Karena salah salah makanan yang dimaksudkan untuk memberi keseimbangan gizi bagi pasien kanker, malah justru dapat membahayakan.

Protein merupakan salah satu asupan nutrisi yang punya peran penting bagi para pasien kanker dalam masa pemulihan. Mengapa? Asupan protein ekstra dibutuhkan terutama setelah operasi, kemoterapi, ataupun radioterapi untuk membantu pemulihan jaringan tubuh dan melawan infeksi. Sumber protein umumnya dibagi menjadi dua sumber awal yakni sumber hewani dan nabati. Dari segi kecukupan asupan, protein hewani memang lebih dianjurkan karena lebih banyak mengandung protein dan asam amino.

Ikan laut adalah salah satu makanan yang memiliki kandungan protein yang baik. Tidak hanya itu, kandungan omega-3 pada ikan laut juga relatif lebih tinggi dibanding ikan air tawar. Sampai saat ini omega-3 bermanfaat untuk penderita kanker, dalam hal mengurangi mual dan meningkatkan nafsu makan pasien. Selain itu omega-3 juga berguna untuk membantu mencegah perkembangan sel kanker. Namun pertanyaannya adalah amankah ikan laut untuk dikonsumsi oleh pasien kanker? Pertanyaan ini seringkali muncul karena sangat selektifnya sumber asupan makanan bagi pasien kanker.

Mengonsumsi ikan laut sebenarnya aman-aman saja bagi pasien kanker. Bahkan ikan laut sebenarnya lebih baik untuk dikonsumsi dibanding daging ayam atau sapi, karena ikan mengandung lemak baik. Tidak seperti daging ayam dan sapi yang mengandung lemak jenuh.

Yang perlu Anda waspadai adalah, dari mana ikan itu berasal, karena jika ikan berasal dari laut tercemar seperti laut Jakarta bisa jadi ikan tersebut tercemar merkuri yang termasuk logam berat dan polychlorinated biphenyl (PCB), yang keduanya merupakan senyawa karsinogenik (pemicu kanker). Tapi ketakutan ini jangan sampai orang tidak mau makan ikan sama sekali. Karena, selama ikan itu dapat dipastikan dari laut bersih maka kemungkinan tidak ada masalah untuk dikonsumsi.

Cara Menghindarkan Diri dari Ikan Bermerkuri:

  1. Ikan yang terbebas dari merkuri biasanya memiliki mata yang bening dan aroma yang segar (tidak berbau asam), daging ikan mengkilap, dan terlihat lembap.
  2. Hindarilah memilih ikan yang berasal dari lautan tercemar.
  3. Usahakan untuk tidak mengonsumsi ikan yang berukuran besar. Ikan besar seperti hiu, ikan mackerel, ikan tondak, dan ikan tuna memiliki kecenderungan untuk memakan ikan lebih kecil sehingga bisa jadi kadar merkuri terakumulasi pada ikan tersebut.

Selain itu yang perlu diperhatikan lagi terutama bagi pasien kanker yang sedang menjalani terapi (kemoterapi) adalah makanan yang bersih. Termasuk dari cara masak dan jenisnya. Seperti kurangi makanan mentah termasuk sayuran mentah. Juga cara pengolahan atau pemasakan ikan, usahakan jangan makan ikan yang dibakar atau digoreng. Karena seperti yang sudah kita bahas bersama, cara pegolahan dengan kukus, tim, atau rebus adalah cara pemasakan terbaik, terutama bagi pasien kanker karena lebih minim resiko terbentukanya zat karsinogenik pada makanan serta pastikan juga mencuci tangan terlebih dahulu dan gunakanlah peralatan makan dan masak yang bersih.

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *