MENU

Minuman Beralkohol Pintu Masuk 7 Tipe Kanker

Melawan Kanker dengan Tertawa. Bisa?

January 20, 2017 Comments (0) Views: 487 Artikel Kesehatan, knowledge

Gangguan Psikologis Pada Anak Akibat Kemoterapi

Kanker  bukan cuma mengintai orang dewasa. Faktanya, kanker juga dapat menyerang anak-anak di usia yang sangat muda. Fenomena ini menyadarkan kita bahwa ada baiknya proteksi terhadap kanker dimulai dari usia sedini mungkin.

Seperti pada orang dewasa, penanganan kanker pada anak akan melewati serangkaian proses pengobatan yang utama adalah dengan operasi dan dilanjutkan dengan kemoterapi dengan harapan sel kanker dapat dihancurkan seutuhnya. Namun Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, anak yang menderita kanker akan berpotensi mengalami dampak pengobatan berupa penurunan kualitas hidup, baik pada fungsi fisik, emosi, sosial, psikologis, dan kognitif. Hal ini perlu untuk diperhatikan karena perubahan penuruan kualitas hidup secara psikologis sangat berpengaruh besar terhadap kualitas hidup anak. Berikut adalah beberapa gangguan psikologis yang dapat ditimbulkan setelah anak melakukan kemoterapi:

  1. Rasa Cemas
    Anak yang menjalani kemoterapi cenderung akan merasa khawatir dan depresi akan efek samping yang akan timbul.
  1. Gangguan Kognitif
    Anak yang menjalani kemoterapi akan mengeluh sulit dalam berkonsentrasi, mengerjakan tugas sekolah, dan mengingat apa yang dibaca sebelumnya. Hal ini tentu dapat menyebabkan anak ketinggalan pelajaran dan mengalami penurunan prestasi.
  1. Tidak Percaya Diri
    Efek kemoterapi pada anak bisa menyebabkan ia merasa malu dan tidak menarik dibandingkan anak lainnya. Hal ini karena adanya perubahan kondisi fisik yang dialami seperti kerontokan rambut.
  1. Sulit Berkomunikasi
    Anak yang dikemoterapi bisa mengalami kesulitan berkomunikasi dan menyampaikan masalahnya kepada dokter atau perawat yang merawatnya.
  1. Rasa Nyeri dan Sakit
    Anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi akan sering merasa lelah dan sakit, nyeri otot atau pegal-pegal di seluruh badan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu masalah tersebut ialah dengan menyediakan sarana bagi anak untuk saling berinteraksi di dalam kamar di rumah sakit, serta menjalani terapi psikologis untuk membantu anak menangani emosi negatif yang dialaminya selama proses pengobatan. Selain orang tua pasien, staf medis (perawat) menjadi orang yang paling sering melakukan kontak dengan anak pengidap kanker, oleh karena itu para tenaga medis harus mampu meningkatkan pola asuh dan keperawatannya agar mampu meningkatkan kualitas hidup anak yang menderita kanker.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *