MENU

Membentengi Masa Depan si Buah Hati dari Kanker

Adakah Risiko Kanker pada Ikan Laut?

July 31, 2017 Comments (0) Views: 1140 Artikel Kesehatan, lifestyle

Aksi Donor Darah Hindarkan Diri Dari Kanker

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing – PT. Indocare Citrapasific

Donor darah sangat dianjurkan selain dapat membantu sesama yang membutuhkan, donor darah juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh seseorang. Hal ini dikarenakan melalui kegiatan donor darah tubuh akan terstimulasi memproduksi sel darah yang baru dalam tubuh. Dampaknya tubuh dapat terhindar dari beragam gangguan kesehatan salah satunya kanker.

Ya benar, salah satunya adalah kanker. Salah satu faktor pencetus timbulnya kanker adalah terjadinya penumpukan zat besi dalam darah. Zat besi dalam takaran yang normal sangat membantu tubuh untuk menambah sel-sel darah yang membantu membawa oksigen dalam darah dari paru-paru yang diedarkan ke seluruh sel dalam tubuh.

Namun seperti pedang bermata dua, berlebihannya kadar zat besi juga dapat berbahaya. Hal ini disebabkan zat besi merupakan zat oksidatif yang dapat bersifat toksik (meracuni) bagi tubuh. Berdasarkan kasus penelitan yang dipublikasikan oleh Cancer Prevention Research, dikatakan bahwa penumpukan zat besi dalam tubuh yang umumnya diasup melalui makanan seperti daging merah memiliki risiko memicu timbulnya penyakit kanker, yang paling sering terjadi adalah kanker usus.

Disinilah aksi donor darah memiliki peran yang penting. Aktif melakukan aksi donor darah akan membantu tubuh mengeluarkan kandungan zat besi dalam darah yang berlebih sehingga tekanan oksidatif dalam tubuh dapat berkurang. Donor darah sangat disarankan untuk dilakukan, terutama bagi pria. Hal ini dikarenakan pria tidak memiliki “siklus pergantian darah” seperti menstruasi pada wanita.

Jika Pasien Kanker Ingin Donor Darah?

Walau diketahui dapat memberikan efek yang baik dalam melawan kanker, donor darah tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh penderita kanker. Bukan karena kanker-nya dapat menular*.

*Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang melibatkan sejumlah orang yang menerima transfusi darah dari penderita kanker dan tidak ditemukan adanya penyebaran sel kanker pada mereka terkecuali kanker darah (leukemia).

 

Namun penekanan mengapa pasien kanker dilarang mendonorkan darah lebih berkenaan dengan kondisi pasien itu sendiri, pasien kanker terkadang memiliki kondisi tubuh yang tidak menentu dan bisa drop kapanpun. Saat melakukan donor darah, tubuh akan kekurangan darah dan pendonor bersiko mengalami penurunan fisik. Pada orang normal kondisi ini dapat dipulihkan dengan mengonsumsi asupan makan bergizi, namun hal ini terlalu berisiko bagi pasien kanker. Penurunan kondisi fisik dapat berakibal fatal bagi pasien kanker. Kondisi ini dapat membuka celah bagi sel kanker untuk kambuh.

Berapa kondisi lain yang melarang Anda dari mendonor darah, seperti:

  1. Para pengidap HIV/AIDS.
  2. Pasien yang mengidap atau pernah mengidap hepatitis B dan/atau C.
  3. Pengidap diabetes.
  4. Penderita penyakit jantung koroner dan penyakit paru-paru.
  5. Orang dengan gangguan kesehatan pada darah (anemia dan hemofilia)
  6. Pengidap hipertensi (tekanan darah tinggi)
  7. Menderita epilepsi atau kejang.
  8. Penderita sifilis (penyakit genital).
  9. Para peminum alkohol.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *