MENU

Tips Penting Seputar Diet Alkali

Rekomendasi Nutrisi Bagi Penderita Kanker dan Sumbernya

October 19, 2016 Comments (0) Views: 5314 Diet

Diet Alkali untuk Mencegah Kanker

Ketika seseorang berniat untuk diet, apa yang ingin ia capai? Mungkin jawaban sebagian besar orang adalah untuk menurunkan berat badan. Padahal, diet tidak hanya berkutat di masalah berat badan. Diet juga bisa diprogram untuk mencegah penyakit tertentu. Sayangnya, diet pencegah penyakit cenderung kurang populer dan diminati, kecuali pada orang-orang yang sudah mulai menderita penyakit tersebut.

Salah satu diet yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker adalah diet alkali (Alkaline Diet). Prinsip dari diet alkali adalah bagaimana menyeimbangkan pH dalam tubuh lewat asupan makanan atau minuman. Sebab, pH yang terlalu asam akan membuat sel menjadi beracun, mudah mati, serta berpotensi mengalami ketidakteraturan. Masalah pada sel ini justru akan meningkatkan potensi kanker. Di sinilah diet alkali berperan menyeimbangkan kembali tingkat keasaman tubuh.

Diet ini sempat menghebohkan para dokter karena efeknya yang tidak terduga dapat menyembuhkan seorang pasien kanker otak stadium 4 yang pada saat itu berusia 8 tahun. Meskipun dokter sudah memvonis umurnya tidak akan lama lagi, gadis cilik bernama Josie Nunez itu justru berhasil sembuh setelah menjalani diet alkali secara rutin. Para dokter menyimpulkan diet inilah yang menjadi penyebab sembuhnya Josie. Anda pun bisa melakukannya sebagai langkah pencegahan kanker ataupun pendamping terapi pengobatan kanker.

Melakukan diet alkali cukup mudah dan tidak ‘menyiksa’. Tubuh hanya perlu memperbanyak asupan makanan bersifat basa ketimbang asam setiap harinya dengan perbandingan 80:20. Dominasi makanan bersifat basa yang masuk ke tubuh akan menyeimbangkan pH hingga tingkat optimal yakni 7,4. Dengan keseimbangan ini, tubuh dapat membangun sel dan jaringan tubuh yang sehat dan menghambat tumbuhnya sel kanker sekaligus mengeluarkan racun sehingga sel-sel tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Makanan apa saja yang bersifat asam maupun basa?

Sebelumnya perlu Anda ketahui, makanan bersifat asam atau basa bukan diketahui dari rasanya, melainkan dari reaksinya ketika masuk ke tubuh. Dilansir dari Detik Food, berikut ini makanan bersifat asam dan basa yang bisa Anda jadikan menu diet alkali.

Asam:
Jagung, lentil, zaitun, kentang, lemak hewan, minyak nabati, oat, beras, gandum, daging sapi, ayam, domba, tiram, lobster, susu, mentega, keju, es krim, margarin, gula, saus salad botolan, pemanis buatan, dan cuka masak.

Basa:
Brokoli, wortel, kembang kol, mentimun, terung, bawang putih, tomat, asparagus, bayam, kelapa, apel, aprikot, alpukat, pisang, blackberry, jeruk Bali, anggur, lemon, jeruk nipis, melon, jeruk, almond, air putih, teh herbal dan teh hijau, minyak zaitun, minyak flax seed, cuka apel, molase, rempah, sirup maple dan madu organik.

Selanjutnya Anda bisa memilih beberapa menu dari makanan atau minuman tersebut untuk dihidangkan di meja makan Anda setiap harinya dengan perbandingan 80:20 untuk kategori basa dan asam. Selama diet, jangan lupa untuk memerhatikan beberapa tips penting seputar diet alkali agar diet berjalan sukses. Selamat mencoba!

Tags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *