MENU

Pengobatan Kanker

March 22, 2016 Comments Off on Diagnosis Kanker Views: 979 Pengobatan Kanker

Diagnosis Kanker

Mendeteksi kanker bisa dilakukan dengan mengenali gejala-gejala tertentu. Akan tetapi gejala-gejala kanker umumnya akan dialami ketika kanker telah berkembang ke stadium lanjut. Sementara sel kanker pada tahap awal tidak menunjukkan gejala yang dirasa penderitanya. Padahal penanganan kanker di awal justru lebih dibutuhkan karena kemungkinan sembuhnya akan lebih besar. Karenanya, sangat penting bagi Anda untuk melakukan diagnosis dengan teknik dan alat tertentu oleh dokter. Diagnosis yang umum dilakukan untuk kanker meliputi:

  • Barium Enema
    Adalah pemeriksaan kanker pada usus besar (kolon) dengan menggunakan sinar X-ray dan cairan barium sulfat. Barium sulfat adalah cairan berwujud seperti susu cair yang dapat memperjelas pantulan sinar X-ray sehingga dari pantulan sinar tersebut akan bisa terlihat apakah ada tumor atau tidak. Pada tahap awal, cairan ini akan dimasukkan ke dalam usus besar melalui anus. Setelah barium sulfat menempel pada dinding-dinding usus, barulah sinar X-ray ditembakkan ke area usus besar.
  • Biopsi
    Adalah diagnosa yang dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan tubuh untuk memeriksa lebih lanjut apakah di suatu organ terdapat sel kanker atau tidak.
  • Bone Scan
    Secara umum, Bone Scan adalah tes yang mendeteksi kerusakan pada tulang seperti masalah infeksi dan trauma pada tulang. Namun tes ini juga bisa mendeteksi kanker yang telah menyebar ke tulang.
  • Computed Tomography (CT) Scan
    CT scan adalah sebuah alat pemindai berbentuk donat raksasa yang dapat mencitrakan hingga bagian kecil di dalam tubuh. Alat ini bekerja dengan memasukkan tubuh ke lubang donat tersebut, selanjutnya mesin mengirim sinar X-ray dan mencitrakannya dalam bentuk gambar potongan kecil organ tubuh. Gambar tersebut disimpan di komputer dan dapat dicetak untuk selanjutnya didiagnosa apakah terdapat sel kanker atau tumor di organ tertentu.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI)
    MRI adalah alat pemindai tubuh yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Dari semua alat pemindai tubuh yang ada seperti CT Scan, X-ray, atau ultrasound, MRI-lah yang dapat menyajikan gambaran anatomi tubuh paling jelas dan detil hingga ke bagian-bagian halusnya. Dengan hasil pindaian yang jelas dan detil, dokter akan lebih mudah mendeteksi letak dan persebaran sel kanker dalam tubuh.
  • Positron Emission Tomography (PET)
    adalah alat pemindai tubuh yang khusus mendeteksi pada aspek metabolismenya. Alat ini menggunakan radioisotop pemancar positron. Fungsi utama PET adalah mengetahui kejadian atau proses di tingkat sel yang tidak didapatkan dengan alat pencitraan konvensional lainnya seperti CT Scan dan MRI. CT Scan dan MRI hanya mampu mendeteksi kanker terbatas pada aspek anatomi tubuh, misalnya titik tumor di payudara, kepala, hati, dan lain-lain. Sedangkan PET dapat mendeteksi aspek anatomi plus metabolik kanker. Dimana pun atau kemana pun kanker merambat, PET dapat mendeteksinya. Bahkan kemampuan deteksi alat ini mencakup semua aspek penting tentang kanker seperti jenis, tingkat keganasan (stadium), lokasi, serta cara merambat.
  • Digital Rectal Exam (DRE)
    Dilakukan untuk memeriksa penyakit pada organ di panggul dan perut bagian bawah. Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter dengan memasukkan alat ke saluran pembuangan belakang (dubur). Alat ini berfungsi untuk mendeteksi adanya kanker kolorektal di organ rektum atau daerah tulang ekor. Selain kanker, DRE juga digunakan untuk mendeteksi masalah organ reproduksi wanita, pendarahan dubur, juga kelenjar prostat.
  • Echocardiogram (EKG)
    Termasuk cara mendiagnosa kanker pada organ jantung. Diagnosa dilakukan dengan alat echocardiograph yang memberi gambaran jantung yang sedang berdenyut serta merekam gambar katup jantung berdetak secara live. Echocardiogram disebut juga dengan sebutan USG jantung.
  • Endoscopic Techniques
    Adalah suatu teknik pendeteksian penyakit dengan melihat lebih jauh bagian-bagian yang ada dalam tubuh melalui sebuah alat berupa tabung yang fleksibel dilengkapi kamera kecil di ujung alat tersebut. Alat tersebut bernama endoskop.
  • Fecal Occult Blood Tests
    Adalah metode pendeteksian kanker menggunakan alat mikroskopik untuk mengecek ada atau tidaknya darah pada feses. Darah yang terdapat pada feses bisa menjadi pertanda masalah pencernaan, misalnya polip dan kanker.
  • Integrated PET-CT Scan
    Cara ini menggabungkan metode PET dan CT Scan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PET adalah metode diagnosa kanker dengan mengecek aktivitas metabolisme organ. Sedangkan CT Scan mampu memindai bagian-bagian di dalam organ. Dengan metode gabungan, pendeteksian kanker dapat lebih efektif karena diagnosa yang dilakukan akan lebih akurat.
  • Scan Mammography
    Pada dasarnya Scan Mamography hampir sama dengan metode USG atau CT Scan. Perbedaan antara Scan Mammography dengan kedua metode tadi adalah pada dosis sinar X yang diberikan. Scan Mammography menggunakan sinar X dalam dosis rendah yaitu 0,7 mSv. Scan Mammography dapat menggambarkan dengan jelas perbedaan kepadatan tumor dan jaringan sekitarnya sehingga kanker payudara ukuran kecil sekalipun dapat dideteksi.
  • Multigated Acquisition (MUGA) Scan
    Sebuah tes diagnostik non-invasif yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi pompa ventrikel (bilik bawah jantung). Selama pengujian, sejumlah kecil pelacak radioaktif disuntikkan ke pembuluh darah. Lalu sebuah kamera khusus yang disebut kamera gamma mendeteksi radiasi yang dikeluarkan oleh pelacak tersebut untuk menghasilkan gambar film yang dihasilkan komputer dari detak jantung. MUGA scan adalah tes yang sangat akurat digunakan untuk menentukan fungsi pompa jantung dan juga adanya sel kanker pada jantung.
  • Sigmoidoscopy
    Sigmoidoscopy adalah pemeriksaan kanker atau polip menggunakan alat seperti kabel yang dimasukkan melalui lubang dubur ke dalam rektum sampai usus besar (kolon) hingga dapat melihat dinding dalam rektum dan kolon. Pada alat berbentuk kabel tersebut terdapat kamera kecil dengan cahaya di ujungnya untuk melihat bagaimana bentuk dinding rektum dan colon secara jelas. Bila ditemukan polip, alat ini sekaligus dapat mengangkatnya. Bila ada massa tumor yang dicurigai kanker, dokter akan melakukan biopsi, kemudian memeriksanya lagi ke bagian patologi anatomi untuk menentukan keganasannya.
  • Tumor Marker Tests
    Tumor Marker Tests juga dikenal dengan tes penanda tumor. Penanda tumor sendiri merupakan zat biokimia, antigen, atau protein yang berpotensi menjadi tumor dalam suatu organ. Dengan adanya tes penanda tumor, dokter akan mengetahui apakah suatu organ berpotensi terserang kanker sehingga dapat dilakukan penanganan lebih dini. Biasanya tes dilakukan dengan mengambil sampel darah atau urin.
  • Pap Smear Test
    Diagnosa kanker ini ditujukan pada wanita yang sudah pernah melahirkan atau minimal berhubungan seksual. Dikutip dari AyahBunda, Pap Smear Test dilakukan dengan membuka liang vagina menggunakan alat yang disebut sebagai speculum vagina atau dikenal dengan cocor bebek. Ketika leher rahim sudah tampak, dengan bantuan alat bernama spatula atau semacam sikat halus, dokter akan mengusap sekeliling leher rahim untuk mendapatkan getah atau lendirnya.  Getah yang banyak mengandung sel itu dioleskan pada gelas obyek, lalu dibawa untuk dianalisa di laboratorium.
  • Ultrasound
    Ultrasound lebih dikenal dengan ultrasonografi (USG). Alat ini dapat mendiagnosis kanker lewat pemanfaatan pantulan gelombang suara gelombang tinggi dengan frekuensi antara 80.000 hingga 2.000.000 Hz. ultrasound bekerja dengan memancarkan gelombang suara pada bagian tubuh tertentu. Ketika gelombang suara tersebut terpapar jaringan tubuh yang rusak, suhu pada jaringan tersebut akan meningkat. Disitulah terdeteksi jaringan mana saja yang telah dirusak oleh sel kanker.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Comments are closed.