MENU

Cara Pengolahan Makanan yang Ideal

Cemaran Bahan Kimia Pemicu Kanker Kian Tak Terbendung

June 15, 2017 Comments Off on Bolehkah Pasien Kanker Mengonsumsi Daging Merah? Views: 2441 makanan

Bolehkah Pasien Kanker Mengonsumsi Daging Merah?

Perubahan pola hidup sehat memang tidak mudah, butuh niat yang kuat dan mampu menahan segala godaan yang ada terutama bagi kita kaum urban yang terbiasa dengan hidup “seenaknya”. Beberapa dari kita bahkan berani melahap, meminum bahkan menghirup apapun, demi mencapai rasa senang dan kesehatan menjadi poin nomor yang kesekian. Namun hal ini bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, karena pola hidup yang tidak sehat tersebut membuat kita semakin akrab dengan zat karsinogenik yang dapat pemicu kanker.

Saat terdiagnosa kanker, “pembatasan” terhadap beragam aspek pola hidup sangat mungkin terjadi dan akan semakin kuat. Namun perubahan pola hidup ini dilakukan bukan sebagai bentuk kekangan, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan kedisiplinan yang menjadi kunci bagi pasien kanker untuk dapat menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Terutama untuk mencegah kanker yang dideritanya menjalar lebih jauh ke daerah tubuh yang masih sehat. Salah satu pola hidup yang diubah oleh pasien kanker adalah kebiasaan mengonsumsi daging merah.

Bagi penderita kanker terlepas dari jenis kanker yang diderita sebaiknya konsumsi daging merah (daging sapi, domba, babi, daging sapi muda, daging rusa, kambing) sangat dibatasi dan ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsinya:

  1. Penderita kanker sebaiknya sangat menjauhi produk daging merah dan olahannya seperti nugget, bacon, sosis, daging asap, daging kaleng dan sebagainya karena sudah termasuk makanan yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Jenis kanker yang dikaitkan dengan konsumsi daging merah adalah kanker usus besar, kanker payudara, kanker prostat, kanker pankreas, kanker paru-paru, kanker laring dan kandung kemih, kanker ginjal, dan tumor endometrium.
  2. Hindarilah mengonsumsi daging yang dibakar atau goreng, karena proses pemasakan ini menyebabkan daging bersifat karsinogenik sehingga berisiko menyebabkan kanker.
  3. Usahakan potong daging tipis-tipis dalam porsi kecil dan lebih jarang (maksimum 70 gram per hari), serta hindari mengonsumsi lemaknya. Walau butuh penelitian lebih lanjut, tapi ditemukan bukti bahwa biomarker lemak, yaitu kadar HDL yang rendah dan trigliserida yang tinggi memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kanker pada wanita seperti kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker paru-paru, terutama wanita yang telah menopause.

Konsumsi daging merah memang tidak selalu menjadi hal yang negatif karena daging merah mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, zat besi, dan seng, selama dikonsumsi dalam batasan yang sesuai dan diolah dengan cara yang lebih aman, seperti direbus. Atau Anda dapat mencoba mengganti dengan sumber protein lain seperti daging unggas (daging ayam, bebek, angsa, burung, kalkun) atau ikan.

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing
PT. Indocare Citrapasific

Tags: , , , ,

Comments are closed.