MENU

Rekomendasi Nutrisi Bagi Penderita Kanker dan Sumbernya

Bolehkah Pasien Kanker Mengonsumsi Daging Merah?

May 8, 2017 Comments Off on Cara Pengolahan Makanan yang Ideal Views: 435 makanan

Cara Pengolahan Makanan yang Ideal

Memasak bertujuan untuk mengolah makanan agar dapat dimakan atau edible, sedap rasanya dengan tambahan aroma dan warna yang mengundang selera. Manfaat lainnya yang didapatkan adalah eliminasi mikroorganisme yang mungkin berpengaruh buruk bagi kesehatan. Selain itu yang lebih penting lagi dalam memasak atau mengolah makanan adalah mempertahankan kualitas nutrisi yang terkandung dalam makanan agar kita mendapatkan manfaatnya. Ada berbagai cara atau metode mengolah makanan di antaranya rebus (boil), tim (steam), goreng (fry), panggang (bake), atau bakar (grill/barbeque). Dari semua metode tersebut manakah yang paling ideal untuk kesehatan? Hal tersebut merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan terutama oleh ibu-ibu. Masing-masing metode tersebut memiliki kekurangan dan kelebihannya. Agar mendapatkan manfaat nutrisi yang terkandung dalam makanan sebenarnya tidak hanya tergantung dari jenis metode pengolahan tapi mulai dari penyimpanan bahan makanan, persiapan, dan pengolahannya termasuk durasi dan suhu, serta kandungan nutrisi dalam makanan.1

  1. Rebus , Tim dan Kukus

Rebus dan tim merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mengolah sayur-sayuran. Selain itu kedua metode ini diyakini lebih baik karena tidak membutuhkan tambahan minyak sehingga mengurangi asupan makanan tinggi kalori dan lemak.1 Metode mana yang terbaik dari keduanya tergantung pada jenis bahan makanannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tim (steam) merupakan metode memasak terbaik dalam mempertahankan kualitas nutrisi brokoli karena kandungan antioksidan, glukosinolat, karotenoid, sulphorane, dan folat tetap terjaga. Selain itu memasak brokoli dengan cara tim (steam) juga memberikan sensory acceptance yang lebih baik terutama pada anak-anak. Waktu memasak juga sebaiknya sekitar 7,5 menit untuk mempertahankan kualitas nutrisinya. Berbeda dengan kentang, merebus merupakan metode yang lebih baik untuk jenis kentang dan polong-polongan (pea).2 Sebaliknya untuk wortel, ada beberapa metode yang dapat digunakan tergantung pada kandungan nutrisi apa yang ingin didapatkan. Rebus merupakan metode yang baik untuk mempertahankan karoten yang terkandung dalam wortel dibandingkan tim. Akan tetapi justru dengan cara rebus, kandungan polifenol dan asam askorbat (vitamin C) dalam wortel lebih banyak hilang karena larut dalam air.3

  1. Goreng

Metode goreng banyak dilakukan dalam memasak lauk pauk karena praktis dan terasa enak. Suhu ideal untuk menggoreng makanan adalah 170-180 °C dan caranya adalah seluruh bahan makanan harus terendam dalam minyak. Dengan demikian akan membuat permukaan yang garing (crispy), rasanya juga lebih enak dan lebih sedikit menyerap minyak. Selain itu metode goreng tidak banyak merubah struktur protein, karbohidrat, dan beberapa jenis vitamin. Akan tetapi menggoreng dikenal sebagai metode memasak yang tidak sehat karena kandungan lemak dan kalori yang bertambah akibat minyak yang terserap selama digoreng. Pada umumnya makanan yang digoreng akan menyerap minyak sekitar 10% dari berat awal bahan makanan tersebut namun hal ini bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis bahan makanan, serta bila semakin lama bahan makan tersebut digoreng. Bahan makanan nabati lebih banyak menyerap minyak daripada hewani, sebagai contoh terong, tomat, bawang bombay, dan jamur. Tambahan kalori dan lemak akibat metode goreng akan menyebabkan tingginya risiko kenaikan berat badan atau obesitas yang selanjutnya meningkatkan berbagai penyakit metabolik seperti diabetes mellitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung.4 

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Next »

Tags: , , , , , , , , ,

Comments are closed.