MENU

Perokok Pasif Lebih Rentan Kanker Paru

Aksi Donor Darah Hindarkan Diri Dari Kanker

July 11, 2017 Comments (0) Views: 3803 lifestyle

Membentengi Masa Depan si Buah Hati dari Kanker

Masa depan anak yang gemilang tentu menjadi hal yang paling dijaga dan impian setiap orang tua di muka bumi. Namun impian itu bisa hilang dengan seketika bila terjadi ketidakbijakan dalam merawat sang buah hati. Karena seperti yang kita tahu pupusnya impian dapat disebabkan oleh banyak faktor, tak terkecuali faktor kesehatan. Penyakit kanker merupakan salah satu isu kesehatan yang paling ditakuti di dunia. Selain sulit untuk dipulihkan, penyakit kanker nampaknya dapat berkembang secara agresif dalam menyerang bagian-bagian tubuh manusia.

Seperti yang diketahui penyakit kanker merupakan sebuah kondisi di mana sel berkembang secara abnormal yang dipicu oleh beragam faktor sehingga dapat mengancam nyawa seseorang. Perlu diperhatikan, hingga saat ini belum ada satu pun orang yang bisa dipastikan terbebas dari kanker, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tidak luput dari serangan kanker. Diketahui ada beberapa jenis kanker yang umum menyerang anak-anak seperti leukemia (kanker darah), retinoblastoma, kanker otak, dan kanker tulang.

Berdasarkan pernyataan dokter spesialis anak, dr. Bambang Sudarmanto, Sp. A (K), MARS, menyebut jumlah anak penderita kanker mencapai 15 persen hingga 20 persen dari total pasien kanker di RSUP dr Kariadi. Ia turut mengatakan, “Kanker anak itu kanker yang tumbuh pada anak pada usia 0 hingga 18 tahun”. Data lain menunjukan bahwa setiap tahun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sekitar 4.100 kasus kanker baru dengan penderita anak-anak Indonesia.

Pemicu pasti timbulnya kanker pada anak memang masih misteri hingga saat ini. Kecurigaan pada faktor keturunan/genetik masih cukup tinggi. Melihat fakta yang ada, kanker pada anak bahkan bisa terjadi saat anak tersebut masih dalam kandungan ibunya. Namun begitu bukan berarti faktor lingkungan sosial tidak memiliki berpengaruh pada kasus terjadinya kanker pada anak, karena bisa jadi gaya hidup ayah dan ibu yang tidak sehat turut menjadi faktor pemicu. Melihat adanya beragam faktor yang berpotensi menjadi stimulan timbulnya kanker pada anak membuat fungsi keberadaan dan peran orang tua menjadi sangat penting, karena merekalah orang-orang terdekat yang paling akrab berinteraksi dengan anak dan mengetahui segala seluk beluk kehidupan si buah hati.

Kiat Menghindarkan Anak dari Kanker

Untuk informasi lebih lanjut diketahui setidaknya ada 9 kiat agar anak terhindar dari kanker yang bisa diterapkan dan dijaga oleh orang tua, berikut ulasan detailnya:

  1. Bimbing Menjalankan Pola Hidup Sehat
    Gaya hidup sehat merupakan hal utama yang perlu diterapkan untuk menjaga siapapun dari penyakit kanker. Orang tua memiliki kewajiban untuk mengajarkan dan mencontohkan pola hidup sehat yang sebaiknya diadopsi oleh sang anak seperti menanamkan kebiasaan atau rutinitas mengonsumsi buah dan sayur dalam porsi yang baik dan rutin berolahraga. Konsumsi buah dan sayur sangat baik karena diketahui buah dan sayur yang mengandung vitamin dan antioksidan memiliki peran dalam mencegah timbulnya penyakit kanker. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa anak yang rutin mengonsumsi buah-buahan memiliki tingkat risiko kanker yang lebih kecil.
  2. Jangan Merokok di Sekitar Anak
    Rokok adalah salah satu pemicu kanker yang tidak diragukan lagi. Mengandung lebih dari ribuan bahan kimia berbahaya dan bersifat karsinogenik (memicu kanker), membuat rokok dan asap rokok menjadi sangat terlarang bagi buah hati. Terlebih lagi usahakan bagi orang tua untuk tidak merokok di sekitar anak, karena asap rokok pasif sangat berisiko bagi kesehatan keluarga dan anak.
  3. ASI Penting
    Bagi para ibu, perlu diperhatikan bahwa menyusui bayi lebih dari 6 bulan sangat disarankan untuk dilakukan karena aktivitas ini memiliki peran untuk meningkatkan sistem imun san bayi. Hal ini dapat berdampak positif bagi kesehatan si buah hati, karena imunitas merupakan benteng pertama untuk mencegah penyebaran sel kanker. Selain membantu anak mencegah terkena kanker, aktivitas menyusui juga memberikan kebaikan kepada sang ibu, yakni menjauhkan ibu dari penyakit kanker payudara.
  4. Batasi Gula dan Garam
    Kelebihan garam dapat meracuni sel sehat dan gula merupakan makanan sel kanker. Oleh karena itu, sebaiknya batasi asupan gula dan garam pada makanan anak Anda. Bila dapat masak sendiri di rumah lebih baik karena terjamin kebersihan dan kesehatannya.
  5. Hindari Susu Lemak Jenuh
    Hasil penelitian memperlihatkan bahwa susu sapi dan beberapa produk olahannya memiliki keterkaitan dengan meningkatnya risiko kanker. Oleh karena itu batasilah atau hindari anak mengonsumsi keju, pizza dan susu sapi lemak jenuh terlalu banyak.
  6. Hindari Makanan Berpestisida
    Paparan pestisida tidak selalu berlaku bagi mereka yang bekerja di ladang, namun bahaya pestisida juga bisa terbawa hingga ke rumah, melalui sayur dan buah yang Anda beli. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mencuci bersih setiap buah dan sayur sebelum mengonsumnya. Penelitian menunjukkan bahwa terkena paparan pestisida bisa meningkatkan risiko kanker pada anak, seperti leukemia dan kanker otak. Selain itu, hindari penggunaan produk yang mengandung racun atau berbau terlalu menyengat saat hamil.
  7. Jauhkan Anak dari Polusi
    Area jalan raya atau pom bensin bukanlah tempat yang ramah bagi anak, terutama untuk kesehatannya. Berdasarkan Penelitian International Leukemia Conference dikatakan bahwa anak yang hidup di lingkungan dekat jalan raya atau pom bensin memiliki potensi leukemia yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak. Hal ini diakibatkan tingginya kadar polusi udara dari bahan kimia karsinogenik (pemicu udara).
  8. Jaga Berat Badan
    Berat badan anak sangat perlu untuk dijaga. Hindarkan mereka memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang kelebihan berat badan dan mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker dibandingkan dengan anak dengan berat badan ideal. Selain itu, anak dengan berat badan berlebihan lebih berisiko mudah terserang penyakit.
  9. Ciptakan Aura Bahagia dalam Keluarga
    Stres dan depresi juga bisa memicu munculnya kanker, memang tidak bersifat langsung namun stres dan depresi dapat memicu perilaku tidak sehat seperti merokok (bagi orang tua) yang sangat berbahaya bagi anak bila menghirup asapnya.  Sementara sebaliknya tawa dan rasa bahagia diketahui bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Untuk itu, ciptakan suasana yang menyenangkan dan membahagiakan di rumah untuk anak-anak.

 

Ditinjau oleh:
dr. Rony Wijaya
Medical Marketing
Indocare Citrapasific

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *